Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 17. Belajar Dengan Cepat

Share

Bab 17. Belajar Dengan Cepat

last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-22 13:00:55
Raka tersenyum tipis ke arah Nilam. Perempuan cantik itu terlihat tak masalah dengan sikapnya. Tante dari teman kampusnya itu justru mendekat.

“Memangnya kamu bisa apa, hah?” Nilam menatap Raka dengan teliti. “Memang kamu pernah memanjakan perempuan, tahu cara memuaskan wanita?”

“Hehe … kalau itu … naluri lah, Tan.” Raka tersenyum lebar.

Pengalaman dengan tante Feli dan semi dengan Lira bukankah sudah menunjukkan kehebatannya. Mereka semua puas dengan dirinya. Naluri mudanya yang mendapatka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 73. Ardy Cemburu

    Sofie menundukkan kepalanya dan mendesah pelan. Raka bisa merasakan kesedihan dari kalimat yang diucapkannya. “Dan kemudian aku sadar … mereka sengaja melakukannya. Mereka sengaja tidak menutupi lagi perselingkuhannya, hanya agar aku benar-benar setuju untuk bercerai. Agar hubungan mereka bisa sah di mata hukum.”Raka menelan ludahnya. Seperti ikut merasakan apa yang perempuan empat puluhan itu ceritakan. Bukan sekedar rasa sedih, tapi juga rasa sakit karena penghianatan. Bagaimana sebuah kesetiaan yang dibalas dengan begitu menyakitkan. Dan sekarang ditambah dengan keegoisan untuk merebut kedua belahan hatinya.“Dan sekarang … dia menuntut hak asuh anak-anakku. Dia mau merebut semuanya. Dia tidak mau menyisakan apapun buatku, Raka.” “Lalu … bagaimana hubungan anak-anak dengan suami Tante?” tanya Raka penuh simpati. “Dia … sengaja menuntut hak asuh kedua anaknya … pasti karena dia sayang dan peduli nasib mereka, kan? Dia nggak mau anak-anaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 72. Cerita Tante Sofie

    Pagi itu ruang resepsionis klinik terapi lebih ramai dari biasanya. Raka bisa melihat Calvin, Tio, Aby dan Tony bergerombol mengitari sesosok gadis cantik. “Ssst!” Dinda mendesis pelan, mengisyaratkan agar Raka mendekat padanya. “Dia cari kamu, Ka.” “Cari aku? Siapa?” Raka mengernyitkan keningnya. Ia tak bisa melihat sosok yang tertutup oleh tubuh Aby yang besar. Tapi ia yakin, keempat rekannya tidak akan seantusias itu jika perempuan itu biasa saja. Dinda melirik tajam padanya. “Emangnya … seberapa banyak pacar kamu?” sinisnya. Raka mengedikkan pundaknya. “Setahuku … nggak ada,” sahutnya. Bibirnya langsung melengkung saat menyadari ekspresi wajah orang kepercayaan tante Nilam itu, “gimana kalau … kamu aja yang jadi pacarku?” Dinda langsung mendelik. Tentu saja ia sangat mau. Tapi … Raka jelas-jelas tidak serius dengan tawarannya. Lelaki itu jelas-jelas sedang menggodanya. Dinda tak mau diremehkan apalagi kalau sampai dianggap murahan karena menerima begitu saja tawaran itu. “Ih

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 71. Tekad Shakira

    Shakira keluar dari kamar setelah dipanggil oleh Bibik. Perempuan cantik itu terlihat sangat kuyuh. Dia duduk tanpa bicara di ruang makan, tepat di depan Raka.“Kira,” ujar Raka. Dia menahan ucapannya. Sesuatu dalam dirinya seolah mengatakan kalau saat ini perempuan itu tak ingin mendengarkan apapun. Pikiran Shakira sedang galau dan apapun yang dikatakan tidak akan bisa dicerna dengan baik, sampai dia membuka pikirannya. Raka diam, bahkan sepiring pisang goreng yang menggoda itu tidak lagi di sentuhnya. Pemuda itu hanya menatap wajah cantik perempuan di depannya. Pertemuan pertama mereka adalah di saat Raka baru mendapatkan kemampuan. Dia bahkan tak terlalu mengingat siapa perempuan itu, karena rasa penasaran akan kekuatannya.Pertemuan kedua mereka, kembali dia harus menolong Shakira. Begitu juga dengan pertemuan ketiga dan keempat. Perempuan itu selalu saja mendapatkan masalah.Jika dipikirkan lagi sungguh sangat k

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 70. Wah ... Bintang Lima!

    Tante Melodi terkejut saat merasakan tangan Raka nyaris menyentuh dadanya. Perempuan itu sampai mengangkat tubuhnya dan menepis lengan lelaki itu dengan kasar. “Tenang, Tante.” Raka melihat tante Melodi menjadi beringas.“Aku kemari mau pijet, jangan macam-macam kamu!” geram perempuan itu.“Tante, saya juga mau membantu menyembuhkan Tante. Titik yang saya sentuh itu di sini.” Raka menyentuh area ulu hati di antara dada dan pusar. “Ini bisa mengurangi rasa penuh dan begah.”Penjelasan Raka membuat tegang di wajah perempuan itu mulai luruh. Wanita itu pun tak bicara dan mulai berbaring lagi. Raka segera saja melakukan pijatan yang secara naluriah sudah dia pahami itu. Dia melakukan dengan hati-hati, karena jelas wanita ini datang untuk melemaskan otot bukan untuk hal mesum.Satu jam kemudian, Raka menyelesaikan semuanya. Tekanan terakhir yang dia berikan sukses memberikan kado spesial untuknya.Dutttttt … gas meluncur s

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 69. Si Tukang Review

    Lira memukul dada Raka dengan kepalan tangannya. Walau ia tahu, tinjunya sama sekali tak akan menggoyahkan pendirian lelaki muda itu. Bukan hanya sekali ini, tapi sudah berulang kali Lira menggodanya dan Raka tetap menolak. “Ka, seandainya kamu mau nerima aku—” “Orang tuamu tetap nggak akan terima aku. Aku ini cuman orang miskin. Orang tua mana yang bakal biarin putrinya nikah sama terapis seperti aku?” potong Raka, “kamu mesti realistis. Aku nggak mau kamu menderita. Aku tetap teman baik kamu, Ra. Aku nggak rela kalau kamu hancurin masa depan kamu sendiri.” Lira mengerjapkan matanya, membuat cairan bening itu melintas di pipinya yang lembut. Raka mengangkat tangannya, mengusap jejak yang tersisa di pipi teman wanitanya. “Kamu harus bahagia, Ra.” Lira menggelengkan kepalanya. “Aku … aku nggak tahu harus gimana, Ka.” Raka menelan ludahnya. “Bagaimana kal

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 68. Yang Jumbo Emang Dahsyat!

    Mendengar permintaan “perempuan yang mengaku pacar Raka”, ditambah dengan nada emosi yang kental di suara itu, membuat Dinda mau tak mau merasa senang. Ia langsung menekan tombol 11. “Calvin! Kamu layani pelanggan umum di kamar VIP. Dia minta terapis cowok yang tampan, kuat dan pengalaman.” Dinda langsung memberitakan lewat intercom ke lantai atas, tempat para terapis menunggu tamunya. “Calvin?” Raka yang tiba-tiba muncul, membuat Dinda terkejut. “Iya. Mending kukasih ke Calvin. Lagian … dia bukan member tetap klinik kita. Itung-itung nolongin Calvin, biar dia nggak terusan jomblo.” Dinda langsung menjawab sekenanya. Gadis yang terlihat manis dengan kepangnya itu menatap Raka dari rambut sampai kaki. Ia langsung terkikik memikirkan alasan Lira meminta terapis pengganti. “Kenapa? Kok Dinda ngetawain Kakanda?” goda Raka. “Hmm … cuman mikir aja.” Dinda mengetukkan pena di tangannya ke keningnya. “Sampai sekejam apa Kakanda Rak

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status