Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 16. Hah! Jadi Terapis?

Share

Bab 16. Hah! Jadi Terapis?

last update publish date: 2026-06-21 21:02:21

Wanita berusia tiga puluhan itu segera mengalihkan perhatiannya dari buku di hadapannya. Senyuman langsung mengembang di bibirnya saat melihat sosok yang muncul dari pintunya.

Raka membalas senyuman itu dengan canggung. Tante Nilam sangat cantik. Kulitnya putih bersih, dengan satu tahi lalat kecil di sudut matanya. Perawakannya yang langsing dan kulitnya kencang, jelas menunjukkan perawatannya yang bagus.

Jika dibandingkan dengan gori … ah, Vero. Setiap pria normal, sudah pasti lebih memilih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 65. Sentuh Aku Lebih Dalam

    Raka baru saja menjagrak motor bututnya saat Dinda melongokkan kepalanya dari jendela klinik. Tak biasanya gadis manis itu seperti tak sabar menunggunya hingga masuk ke dalam. “Ka, udah ada yang nungguin, tuh!” “Siapa? Dinda nggak lagi ngerjain Kanda, kan?” goda Raka, sementara tangannya sibuk membuka bagasi demi mengeluarkan tas ranselnya. “Dih, siapa juga yang ngerjain,” ketus Dinda. Entah kenapa ia mulai kesal karena tamu-tamu Raka pagi ini. “Tunggu di situ, aku mesti ngomong sama kamu!” Dinda langsung menutup jendela dan bergegas menghampiri Raka. Raka masih mengatur isi bagasinya. Ia memasukkan jaket diantara jas hujan yang selalu setia menjadi penghuni tetap bagasi di musim kemarau seperti ini. “Ka, kamu tahu nggak. Aku kerja di sini, dibayar buat nerima reservasi pelanggan. Buat nerima tamu-tamu perempuan kamu!” cicit Dinda begitu muncul di depan ruang parkir klinik. “Kamu gila apa, bawa-bawa pacar kamu ke sini? Kalo

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 64. Wah, Kerjaan Baru Nih!

    “Ada apa Raka, apa ada masalah?” tanya Kyra saat melihat penolongnya terlihat gusar.Raka masih melamun, dia tidak konsentrasi dengan pertanyaan perempuan di depannya. Dalam benak laki-laki itu ada rasa geram mendengar apa yang dikatakan oleh Rino.“Menaruh pelacak pada ponselku. Sialan, kapan dia melakukannya. Dasar bocah tengik. Aku harus kasih dia pelajaran.” Raka membolak-balik ponselnya dan mencari fitur yang mungkin ditaruh Rino pada benda pipih itu.Shakira yang melihatnya menjadi bingung. Dia tidak tahu apa yang terjadi, tetapi tampang Raka menunjukkan kalau pria itu sedang kesal. Janda muda itu menggigit bibirnya. Dia berpikir kalau kekasih Raka pasti sedang marah saat ini, karena pemuda itu tak menepati janjinya. Perasaan Shakira pun jadi tidak enak, merasa dia telah menjadi pengganggu.“Kamu … apa harus pergi ke suatu tempat … kalau iya, tidak apa-apa.” Suara Shakira lemah, berbaur dengan putus asa. Rasa takut itu masih menyel

  • Mau Berapa Ronde?   Bab.63. Si Sexy Shakira

    “Mas Raka.” Shakira mendorong pria muda itu. Wajahnya memerah saat merasakan telapak tangan pria muda yang beberapa kali menyelamatkan hidupnya itu menangkup di dadanya. Jantungnya berdebar keras seakan hendak berontak keluar dari rongga dadanya. Tapi intuisinya mengatakan ia tidak bisa mengharapkan lebih dari ini, apalagi pada orang yang belum begitu dikenalnya dengan baik. Raka marah pada dirinya sendiri. Dia memang tidak sengaja menyentuh bagian lembut itu karena menolong Shakira yang hampir jatuh, tetapi jiwa laki-lakinya langsung saja bergolak. Begitu lembut meskipun sebagian tertutup oleh kain penampungnya. Otak kotornya mulai menginginkan lebih, tetapi sebagai pria jantan dia harus bisa menahan diri. Apalagi perempuan di depannya ini sedang kesusahan, baru saja menjanda dan hendak dicelakai.“Non Kira, ikan arwananya tidak bisa diselamatkan,” sela Arum, pembantu rumah tangga yang tadi terlihat pingsan di ruang tamu. Sesaat Sha

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 62. Siapa Dibalik Semua Ini?

    “Kamu bocah …!” pria botak itu hendak menyumpah, tetapi urung. Bagaimanapun goresan di lehernya terasa nyata. Benda tajam itu dengan kekuatan Raka bisa menggores kapan saja. Si Botak menatap ke arah teman-temannya, memohon pada mereka untuk bertindak.“Untuk apa kamu tahu siapa yang menyuruh kami, kalau kamu tahu pun kamu tak akan bisa apa-apa!” ucap pria dengan alis terbelah.“Oh ya … jadi kalian semua hanya perampok biasa yang pengecut karena hanya bisa main keroyokan dan menyakiti wanita?” Raka tersenyum sinis ke arah empat orang kasar di depannya.“Sialan kamu!” geram si alis tebal.“Aku tidak mau basa-basi lagi, kalian mau menyaksikan aku menyiksa si botak atau pergi dan katakan pada tuan kalian, jangan macam-macam dengan perempuan lemah!” Kata-kata Raka terdengar santai tetapi penuh dengan peringatan.Terlihat sedikit keraguan di mata mereka. Meskipun si botak sudah melotot marah, tetapi keempat pria itu masih juga berdiri

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 61. Bukan Perampok Biasa

    Empat lelaki itu berdiri tegap di depan Raka. Sepasang kakinya memasang kuda-kuda seakan siap menghadapi segala yang mungkin akan terjadi. Satu di antara mereka mulai bergerak, mengantarkan tinjunya ke wajah Raka. Tapi berkat cincin itu, Raka bisa membaca gerakan pria itu bahkan dalam gerakan lambat. Ia segera menggeser tubuhnya. Tinju yang terlanjur dilancarkan, tak sempat ditahannya. Tubuh lelaki itu limbung saat tangan melesat jauh ke depan dan menghantam aquarium ikan arwana. Akuarium itu pecah seketika. Makhluk kecil berwarna keemasan dengan ukuran satu kaki manusia itu menggelepar di atas lantai keramik yang basah dan kacau karena serpih pecahan kacanya. “Arwana ku,” teriak Shakira. Ia mendorong lelaki yang berusaha menghalangi pergerakannya. Tapi tenaganya tak cukup kuat untuk melepaskan diri dari lelaki itu “Nona, kalau saja kamu nurut sejak awal. Kamu nggak bakal kehilangan ikan kesayanganmu. Kami juga nggak perlu repot-repot seperti sekarang.” Lelaki itu melingkarkan le

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 60. Gawat!

    “Kenapa Tan?” Tanya Raka. Lelaki muda yang baru saja menyelesaikan sesi terapinya dengan Oma Nanik itu segera menghampiri Nilam di ruang kerjanya. Ia bisa melihat wajah pucat dan gelisah perempuan empat puluhan itu. Jelas, sesuatu yang buruk sudah terjadi. “Gawat, Ka! Shakira …” Tante Nilam meraih gelasnya dan segera meneguk tandas air di dalamnya. “Suaminya meninggal. Dan … sekarang saudara kandungnya sudah terang-terangan datang dan mengklaim perusahaan rintisan almarhum suaminya!” “Itu … kita nggak punya kapasitas buat ikut campur, Tan.” Raka mengedikkan pundaknya. “Kamu jawab gitu, karena kamu nggak ngerti apa yang dihadapi Shakira,” kesal Tante Nilam. Ia mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di atas meja kerjanya, khas saat ia merasa gelisah dan tak tahu harus bagaimana. “Mungkin … pengacara yang bisa bantu dia, Tan.” Raka kembali menyodorkan sebuah opsi. Tapi lagi-lagi Nilam menggelen

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status