Share

Musuh

Author: Miss Wang
last update publish date: 2026-07-29 13:52:22

Satu demi satu ambulans melesat meninggalkan lokasi menuju Rumah Sakit Pusat Sentosa, rumah sakit rujukan trauma terbesar di kota itu.

Raymond tetap berdiri di tengah jalan.

Tatapannya mengikuti ambulans hingga lampu rotatornya menghilang di tikungan.

Angin laut berembus pelan.

Membawa aroma garam, solar, serta asap kendaraan.

Di sekitar lokasi, garis polisi mulai dipasang.

Tim forensik kepolisian memotret setiap sudut kendaraan.

Mereka mengukur panjang bekas pengereman.

Mengump
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Darah di Tangan Clara

    Lima SUV hitam memasuki halaman dengan kecepatan tinggi. Rem berbunyi nyaring. CIIIITTTTT!! Debu beterbangan di sepanjang jalan paving. Para pelayan yang sedang menyapu halaman langsung menghentikan pekerjaannya. Beberapa pengawal spontan membuka jalan. Belum sempat kendaraan berhenti sempurna... Pintu SUV sudah dibuka dari dalam. Raymond turun hampir sambil berlari. "CLARA!" Suara itu menggema di seluruh halaman depan. Tak ada jawaban. Ia menerobos pintu utama mansion. BRAK!! Daun pintu kayu jati itu membentur dinding. Suara langkah sepatu kulitnya bergema di aula besar yang dipenuhi lantai marmer Italia. "Clara!" "Clara!" Tatapannya menyapu seluruh ruangan. Ruang tamu. Kosong. Ruang keluarga. Kosong. Perpustakaan. Kosong. Ia berbalik menuju ruang makan. Masih kosong. Beberapa pelayan hanya memandangnya dengan wajah bingung. "Di mana Nyonya?" tanya Raymond cepat. Tak ada yang sempat menjawab. "Noah!" teriaknya lagi. "Noah!" Dadanya mulai naik turun.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Panik

    Raymond langsung menegakkan tubuhnya di kursi belakang SUV. Ponsel masih menempel erat di telinganya. Jemarinya mencengkeram perangkat itu begitu kuat hingga ruas-ruas jarinya memucat. "Clara!" Suara pria itu menggema memenuhi kabin. "Tolong jawab aku!" Tak ada balasan. Yang terdengar hanya suara napas Clara yang memburu. Di sela-sela napas itu terdengar bunyi langkah kaki yang tergesa-gesa, disusul suara seseorang memanggil dari kejauhan, namun terlalu samar untuk dikenali. "Lara...?" Raymond kembali memanggil dengan suara yang mulai bergetar. "Ada apa?" "Lara!" Tiba-tiba... Klik. Sambungan telepon terputus begitu saja. Layar ponselnya berubah gelap. Raymond membeku. Untuk sesaat, seluruh suara di sekelilingnya seolah menghilang. Ia hanya menatap layar ponsel yang kini memantulkan bayangan wajahnya sendiri. Wajah yang selama bertahun-tahun dikenal selalu tenang dalam situasi apa pun. Kini... Tak ada lagi ketenangan itu. Yang tersisa hanyalah kecemasan yang perlah

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Musuh

    Satu demi satu ambulans melesat meninggalkan lokasi menuju Rumah Sakit Pusat Sentosa, rumah sakit rujukan trauma terbesar di kota itu. Raymond tetap berdiri di tengah jalan. Tatapannya mengikuti ambulans hingga lampu rotatornya menghilang di tikungan. Angin laut berembus pelan. Membawa aroma garam, solar, serta asap kendaraan. Di sekitar lokasi, garis polisi mulai dipasang. Tim forensik kepolisian memotret setiap sudut kendaraan. Mereka mengukur panjang bekas pengereman. Mengumpulkan serpihan lampu. Serta menandai titik benturan pertama menggunakan cat semprot berwarna kuning. Raymond memutar tubuh. "John." Komandan keamanan Antonio Group segera berlari menghampiri. "Ya, Tuan." Raymond menunjuk SUV yang kini hanya tinggal rangka penyok. "Segel kendaraan itu." "Jangan ada satu baut pun dipindahkan sebelum tim investigasi keluarga datang." "Baik, Tuan." "Lalu periksa seluruh kamera CCTV." "Dari kawasan pelabuhan..." "...hingga titik kecelakaan ini

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ambulance

    Ken sama sekali tidak bergerak. Tubuh pria itu terbaring telentang di atas hamparan aspal yang dipenuhi pecahan kaca dan serpihan logam dari SUV yang ringsek. Seragam hitam yang biasanya selalu tampak rapi kini robek di beberapa bagian. Lengan kirinya dipenuhi goresan panjang akibat pecahan jendela samping, sementara darah terus merembes dari luka robek di pelipis kanan, mengalir melewati pipi hingga membasahi kerah kemejanya. Di bawah kepalanya, darah mulai membentuk genangan kecil yang perlahan bercampur dengan air dari selang pemadam kebakaran yang digunakan petugas untuk mencegah percikan api dari mesin kendaraan. Air kemerahan itu mengalir mengikuti kemiringan jalan, menciptakan pemandangan yang membuat siapa pun yang melihatnya tercekat. Beberapa meter di belakang, SUV milik Antonio Group sudah hampir tak lagi berbentuk. Kap mesinnya terlipat seperti kertas. Mesin terdorong masuk hingga nyaris menembus kabin. Seluruh kaca depan hancur berkeping-keping. Asap putih t

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ken

    Di Mansion Antonio... Raymond masih berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Ponsel masih menempel di telinga. "Ken..." panggilnya sekali lagi. Tak ada jawaban. Yang terdengar hanya suara statis. Lalu... Sambungan benar-benar terputus. Layar ponsel berubah gelap. Perlahan Raymond menurunkan tangannya. Rahangnya mengeras. Tatapannya berubah tajam. Naluri yang selama ini menyelamatkannya dari berbagai bahaya berteriak keras. Ada sesuatu yang sangat buruk telah terjadi. Tanpa berpikir panjang, ia meraih kunci mobil di atas meja. Pintu ruang kerja dibukanya dengan keras. BRAK! Langkahnya menggema di sepanjang koridor mansion. Setiap pelayan yang berpapasan langsung menyingkir. Begitu tiba di aula utama, Raymond mengangkat suaranya. "Semua ikut aku!" Bentakannya menggema hingga ke lantai dua. Para pengawal yang berjaga langsung berdiri tegak. "Siapkan lima kendaraan!" "Lengkap dengan tim medis!" "Hubungi rumah sakit!" "Berangkat sekarang!" "Siap, Tuan!" Suasana

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kecelakaan

    BRAAAAAAKKKK!! Benturan pertama belum sepenuhnya berhenti menggema ketika SUV hitam Toyota Land Cruiser 300 milik tim keamanan Antonio kembali kehilangan kendali. Bagian belakang kendaraan terangkat beberapa sentimeter dari permukaan aspal. Ban-ban belakang berputar liar tanpa pijakan. Asap putih pekat membubung dari gesekan karet dengan jalan raya yang panas. SKRRRRIIIIIIITTTT...! Suara decitan ban memekakkan telinga. Tubuh SUV berputar hampir sembilan puluh derajat hingga melintang di jalan dua arah yang menuju kawasan pelabuhan tua. Di dalam kabin... Seluruh penumpang terdorong ke sisi kanan. Sabuk pengaman menahan tubuh mereka dengan hentakan keras. "Ken!" teriak sopir pribadi tim keamanan Antonio. Kedua tangannya mencengkeram kemudi begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Urat-urat di lengannya mencuat jelas. Ia memutar setir habis ke arah kiri, berusaha mengembalikan posisi kendaraan agar tidak terguling. Namun sebelum SUV itu kembali stabil... Raungan mes

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dikurung di Basement

    Clara masih terpaku di tempatnya ketika Raymond mengangkat tangan sedikit.Isyarat itu cukup.Ken, asistennya, langsung melangkah maju. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel, menyebutkan angka, lalu mengangguk pelan pada manajer bar. Tidak ada negosiasi. Tidak ada tawar-menawar. Tidak ada yan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status