Share

Bab 257

Author: Millanova
last update publish date: 2026-07-19 11:53:29

"Bagaimana mungkin... bagaimana mungkin asisten rendahan itu bisa memberikan barang pusaka peninggalan raja-raja kepada putri kita?!" bisik Adiwangsa dengan suara bergetar. Wajahnya yang masih pucat pasi kini menegang karena syok, menatap lurus ke arah panggung.

"Aku... aku tidak tahu, Mas. Jangan-jangan selama ini kita salah menilainya?" balas Nyonya Dian tak kalah gemetar, tangannya meremas lengan jas suaminya dengan kuat.

Di sudut ruangan itu, rasa malu kedua orang tua Ratih telah menguap se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 260

    "Masa sudah putus, Mas Han?" tanya Kukuh. Nadanya terdengar sangat ringan, namun sarat akan sarkasme tajam yang merobek udara. Kukuh mendecakkan lidahnya pelan, memasang raut wajah prihatin yang dibuat-buat. "Kan sayang banget, Mas... apalagi wanita itu keponakan Jenderal Satya, lho."Udara di sudut ruangan itu seolah tersedot habis.Wajah Handoko yang beberapa detik lalu dipenuhi keangkuhan, kini memucat seputih kain kafan. Rahangnya jatuh, dan matanya membelalak menatap Kukuh dengan horor yang tak bisa disembunyikan. Tubuhnya mendadak kaku, sementara tangan kanannya secara refleks bergetar hebat. Tanpa sadar, Handoko menyembunyikan tangan kanannya itu ke balik punggungnya, seolah ada rasa ngilu imajiner yang kembali menusuk tulang-tulangnya.Ucapan Kukuh barusan dengan sukses menarik paksa ingatan Handoko pada insiden paling memalukan seumur hidupnya di pameran perhiasan beberapa waktu lalu.Saat itu, Handoko merasa berada di atas angin. Ia ingin memamerkan kekuasaan dan maskulinita

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 259

    "Dari mana saja kamu, Kuh?"Suara lembut namun sarat kekhawatiran itu langsung menyambut Kukuh begitu ia melangkah kembali ke dalam ballroom yang benderang. Ratih menatap suaminya dengan lekat, matanya menyapu seragam pelayan Kukuh dari atas ke bawah, memastikan tidak ada yang tergores."Aku dari taman belakang tadi," jawab Kukuh dengan nada datar dan santai, seolah ia baru saja selesai membuang sampah, bukan menghancurkan sukmanya seorang dukun ilmu hitam. "Ada 'saudara jauhmu' yang berniat membuka dan menghancurkan pagar gaib keluarga Cokro."Mata Ratih sedikit membesar. Tangannya secara refleks menyentuh liontin Galih Kelor di dadanya yang terasa menghangat. Ia tahu betul siapa "saudara jauh" yang Kukuh maksud, dan fakta bahwa suaminya mengatakannya dengan wajah tanpa dosa membuat Ratih menyadari satu hal: ancaman itu pasti sudah dihabisi tanpa sisa.Belum sempat Ratih menanyakan detailnya, tatapan Kukuh beralih ke ujung ruangan, menembus kerumunan tamu. Mata elangnya menangkap seb

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 258

    Dua inang Sulur Pati yang tersisa meraung, mengeluarkan suara parau yang terdengar seperti gesekan dahan kering. Insting gaib di dalam wadah mati itu menyadari bahwa mangsa di hadapan mereka adalah predator puncak di ranah spiritual. Namun, kendali mutlak dari sang majikan dari jauh memaksa tubuh-tubuh itu untuk terus menyerang.Keduanya melesat maju secara bersamaan dari arah berlawanan, mencoba menjepit Kukuh. Akar-akar berduri merangsek keluar dari pori-pori mereka layaknya tentakel berbisa, sementara Keris Tulang diayunkan lurus menuju leher dan jantung pemuda itu.Kukuh hanya mendengus pelan. Ia bahkan tidak repot-repot merogoh senjata apa pun.Dengan gerakan yang sangat santai, Kukuh memiringkan tubuhnya. Keris Tulang dari inang di sebelah kanan meleset hanya satu milimeter dari telinganya. Bersamaan dengan itu, telapak tangan kiri Kukuh yang sudah memerah oleh energi Rajah Getih menghantam dada inang tersebut.DUAAR!Bukan suara daging terpukul, melainkan ledakan energi murni.

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 257

    "Bagaimana mungkin... bagaimana mungkin asisten rendahan itu bisa memberikan barang pusaka peninggalan raja-raja kepada putri kita?!" bisik Adiwangsa dengan suara bergetar. Wajahnya yang masih pucat pasi kini menegang karena syok, menatap lurus ke arah panggung."Aku... aku tidak tahu, Mas. Jangan-jangan selama ini kita salah menilainya?" balas Nyonya Dian tak kalah gemetar, tangannya meremas lengan jas suaminya dengan kuat.Di sudut ruangan itu, rasa malu kedua orang tua Ratih telah menguap sepenuhnya, digantikan oleh kebingungan dan rasa segan yang teramat sangat. Menantu yang selama ini mereka anggap sebagai benalu tak berguna baru saja membalikkan keadaan dan menyelamatkan wajah keluarga mereka di depan seluruh klan Cokro.Keheningan yang sempat membekukan ballroom perlahan pecah, digantikan oleh gemuruh bisik-bisik yang merayap liar di antara para tamu. Namun kali ini, arah angin telah berbalik mutlak. Tatapan merendahkan yang sebelumnya menghujani Ratih kini berubah menjadi bisi

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 256

    Satu jam sebelum acara puncak Arisan Keluarga Besar Cokro dimulai, Ratih baru saja menutup pintu kamarnya. Ia melangkah keluar ke lorong lantai dua, mengenakan gaun malam hitam elegan yang memancarkan pesona aristokrat. Namun, di balik balutan kemewahan itu, ada gurat kecemasan di wajahnya mengingat insiden sesak napas Eyang Putri siang tadi.Tepat di luar kamarnya, di bawah pendaran lampu dinding lorong yang temaram, Kukuh sudah berdiri menunggunya. Ia mengenakan seragam pelayan yang rapi sebuah instruksi keras dari Nyonya Dian yang masih bersikeras menyembunyikan statusnya dari kerabat lain.Melihat Ratih keluar, Kukuh melangkah maju dan menahan langkah istrinya. Ia merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil yang terlihat usang."Pakai ini, Ratih," ucap Kukuh tenang, menyodorkan kotak itu ke tangan Ratih di tengah lorong yang sepi.Ratih membukanya. Di dalamnya tergeletak sebuah liontin kayu berwarna hitam legam yang diikat dengan tali perak sederhana. Permu

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 255

    "Sayang sekali..."Gumam pelan itu memotong makian Clarissa. Suaranya terdengar sangat polos dan nyaris seperti bisikan, namun anehnya mampu membelah ketegangan di ruang makan utama mansion Cokro yang luas tersebut.Kukuh masih menunduk sambil memegang nampan kosong. Ia tidak memohon ampun atau menunjukkan kepanikan seperti pelayan pada umumnya. Ia justru menghela napas pelan, menatap lurus ke perhiasan di dada wanita itu dengan raut wajah prihatin yang dibuat-buat."Nona Clarissa marah-marah karena gaun yang sangat mahal," lanjut Kukuh dengan nada tanpa dosa. "Padahal Tuan Dion baru saja ditipu habis-habisan oleh kolektor itu. Safir hitam yang Nona banggakan itu ternyata cuma barang tambalan."Hening.Ruang makan utama bergaya Eropa klasik itu mendadak senyap. Wajah Clarissa yang tadinya merah padam karena amarah, kini berkerut bingung.Dion mendengus kasar, memaksakan sebuah tawa arogan yang terdengar sumbang. "Apa kau bilang, gembel?! Kau pikir asisten rendahan sepertimu tahu apa s

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 36

    Adiwangsa tersentak dari kursinya hingga cangkir keramik di atas meja beradu nyaring dengan kaca. Ia melompat, mengabaikan toples pelet yang terguling dan isinya berhamburan ke lantai marmer. Langkahnya serabutan, berusaha memblokir jalan Kukuh dengan tubuhnya yang mulai gemetar."Jangan pergi, Kuh

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 35

    Dari kejauhan, gemercik air mancur kecil memecah keheningan taman belakang. Adiwangsa tampak duduk bersandar santai di kursi besi tempa bergaya klasik, tepat di pinggiran kolam koi yang luas. Pria paruh baya itu mengenakan jubah mandi berbahan sutra mahal. Tangan k

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 34

    Kukuh menatap lekat kartu nama beraroma lavender di telapak tangannya. Nama Pratiwi dan deretan angka di sana tercetak timbul dengan tinta emas. Jemari Kukuh mengusap permukaan kartu itu perlahan sebelum ia mengangkat wajahnya."Terima kasih atas tawarannya yang sangat luar biasa ini, Bu Manajer,"

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 28

    "Sini, Pak Supri! Sebelah sini!"Kukuh melambaikan tangannya tinggi-tinggi memecah keramaian. Di bawah terik matahari menjelang siang yang mulai menyengat kulit, sebuah motor bebek keluaran lama berwarna hitam melaju pelan membelah jalanan aspal. Asap knalpotnya mengepul tipis, berbaur dengan debu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status