Share

Bab 167

Author: Ratih Larasati
Shelly tiba-tiba teringat sesuatu lalu bertanya, “Bukannya bisa pakai infus jarum tinggal?”

Jessica menggeleng.

Dia masih kecil dan tidak mengerti apa itu infus jarum tinggal.

“Nanti Kak Shelly tanya perawat ya, siapa tahu bisa pakai itu.”

Shelly menarik ujung pakaian Jessica lalu membenarkan jaketnya agar lebih rapat.

Namun Jessica malah berkata, “Bibi Yanti tidak memperbolehkanku bicara dengan kakak perawat. Kalau ada masalah harus bilang ke dia, nanti dia yang bicara dengan dokter.”

“Kalau so
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 267

    “Bajingan! Masalah sebesar ini kenapa tidak bilang dari awal?!”Begitu mendengar Shelly pernah ditempatkan di bawah penanganan Herman dan bahkan diam-diam menjalani tes paternitas tanpa sepengetahuannya, Harrison langsung memaki tanpa ampun.Namun setelah meluapkan amarahnya, emosinya masih belum juga mereda.“Tahun ini jangan berharap aku akan menyumbang satu rupiah pun lagi ke rumah sakit kalian!”“Pak Harrison, s-saya benar-benar tidak berani menolak. Saya juga tidak menyangka masalahnya akan sebesar ini!”Direktur rumah sakit sudah melihat rekam medis itu. Dia sampai hampir kencing di celana karena ketakutan.Siapa sangka seorang sekretaris bisa menimbulkan masalah sebesar ini, bahkan mengandung anak pewaris Keluarga Anderson!“Kamu kirim rekam medis itu ke siapa?” tanya Harrison.Direktur rumah sakit buru-buru menjawab, “Kepada asisten Pak Jeffry … Maxwell.”“Sialan! Itu anak buah paling setia Jeffry! Habislah kamu. Kalau Keluarga Anderson sampai kacau gara-gara ini, rumah sakitmu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 266

    Dengan wajah muram, Saryna langsung menelepon Bibi Yanti.Namun, teleponnya tidak diangkat.Shelly ikut menelepon. Selama setengah jam, tidak tahu sudah berapa kali mereka menghubungi nomor itu, berkali-kali tanpa henti.Di luar, hujan turun dengan sangat deras.Hawa gerah awal musim panas pun perlahan tersapu hujan.Namun kegelisahan di hati Shelly justru semakin menjadi.Dia merasa dirinya seperti katak yang direbus dalam air hangat.Seolah-olah suhu air terus naik sedikit demi sedikit, membuatnya merasakan firasat buruk yang semakin kuat.Tetapi setiap kali dia berusaha menenangkan diri, rasanya air itu masih belum cukup panas.Hujan yang begitu lebat membuat mereka tidak bisa pergi ke panti asuhan untuk mencari Bibi Yanti....Seluruh Tavira diselimuti hujan deras.Butiran hujan menghantam jendela kaca dari lantai hingga langit-langit, berulang kali menghapus bayangan seorang pria yang terpantul di sana.Namun, suasana muram yang menyelimuti dirinya tetap tidak bisa tersapu.Pukul

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 265

    Sore harinya, mereka berdua mengajak Nana berjalan-jalan. Menjelang makan malam, barulah mereka pulang.Saat makan malam, Shelly yang sudah menahan diri sepanjang sore akhirnya tidak bisa tahan lagi. “Kamu menyembunyikan sesuatu dariku, ya?”Begitu mendengar pertanyaan itu, tangan Saryna langsung gemetar.Sumpit di tangannya terjatuh dan membentur mangkuk, menimbulkan bunyi dentingan keramik yang nyaring.“Bilang. Sebenarnya apa yang kamu lakukan?”Shelly menyilangkan kedua tangan di depan dada. Wajahnya perlahan menjadi serius.Dia bukan orang yang pandai menyimpan rahasia.Soal Bibi Yanti, sampai sekarang dia masih belum tahu bagaimana cara mengatakannya kepada Saryna.Kalau Saryna tahu Jessica sebenarnya tidak sakit, dia mungkin benar-benar akan membawa pisau ke panti asuhan dan menghabisi Bibi Yanti.Setiap kali Shelly mencoba menyembunyikan sesuatu, Saryna selalu bisa mengetahuinya.Namun hari ini, bukan hanya tidak menyadarinya, Saryna bahkan sama sekali tidak lagi membahas penya

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 264

    “Kamu … punya pacar?”Kevin menatap Shelly dengan bingung.Kalau Shelly benar-benar punya pacar atau suami, kenapa dia masih ikut kencan buta?Seharusnya sejak hari pertama dia memutuskan untuk mengejar Shelly, wanita itu sudah memberitahunya.Shelly terdiam.Dia tidak bisa langsung menjawab pertanyaan Kevin.Setelah terdiam beberapa saat, raut wajah Kevin kembali seperti biasa.“Maaf. Semoga aku tidak menimbulkan masalah untukmu.”Yang dia maksud adalah pesan ucapan selamat pagi dan selamat malam yang rutin dia kirim selama ini, juga rumor-rumor yang beredar di perusahaan.Apakah semua itu sudah diketahui oleh ayah dari anak yang dikandung Shelly?“Maaf, aku tadi terlalu lancang.”Shelly menganggukkan kepala pelan.Dia memang terlalu marah karena ulah Bibi Yanti hingga suasana hatinya jatuh ke titik terendah.Karena itu, tanpa berpikir panjang dia mengucapkan kata-kata tadi.Mengakui bahwa dirinya hamil sebenarnya bukan masalah, karena Kevin sama sekali tidak pernah berhubungan dengan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 263

    Shelly menyerahkan kantong kertas cokelat itu kepada Bibi Yanti.“Ini hanya salinannya. Semua bukti aslinya ada padaku. Kalau kamu tidak melakukan seperti yang aku katakan, semua ini akan aku jadikan barang bukti dan aku serahkan ke pengadilan.”Sisa toleransi dan rasa hormat Shelly terhadap Bibi Yanti lenyap pada saat itu juga.Shelly berbalik dan pergi.Bibi Yanti segera mengejarnya.“Shelly, tunggu! Memangnya kamu tidak bisa merelakan empat ratus juta itu? Uang yang sebelumnya biarlah dipakai untuk anak-anak .…”Shelly masuk ke dalam lift, lalu pintunya menutup.Bibi Yanti tidak berani ikut masuk. Suara wanita itu terputus oleh pintu lift, begitu pula wajahnya yang tidak tahu malu.Begitu pintu lift tertutup, ekspresi menyesal di wajah Bibi Yanti langsung menghilang.Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon seseorang.“Gawat! Shelly sudah tahu semuanya. Kamu harus bantu aku .…”“Siapa yang suruh kamu begitu serakah? Masih minta empat ratus juta lagi.”Suara dari seberang telepon ter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 262

    Entah sudah berapa kali Bibi Yanti melakukan hal seperti ini.Jessica pun segera tersadar dan kembali memakan apel itu dengan lahap.“Keluar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”Di balik mata Shelly yang jernih, tampak kemarahan yang sulit disembunyikan.Tatapan itu membuat hati Bibi Yanti berdebar.Shelly lebih dulu keluar dari ruang rawat. Dia berdiri menunggu di ujung lorong.Setelah cukup lama, barulah Bibi Yanti keluar.“Memangnya kenapa tidak bisa dibicarakan di dalam? Jessica sendirian di kamar, aku jadi tidak tenang.”Nada suaranya terdengar seperti sedang menyalahkan, tetapi jelas terselip kegelisahan yang kuat.Bagaimanapun, dia memang telah melakukan sesuatu yang salah.Shelly langsung menyerahkan kantong kertas cokelat itu kepadanya tanpa menatap wajahnya.“Beri aku penjelasan.”“Penjelasan apa? Aku tidak mengerti.” Bibi Yanti menolak menerimanya dan mendorong kembali kantong itu. “Kalau memang ada yang mau dibicarakan, langsung saja.”Tangan Shelly perlahan turun ke sa

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 74

    Mata berwarna amber milik Jeffry seketika menjadi sangat dalam.Dia melangkah dengan kaki jenjangnya, berjalan ke tengah lobi, lalu berhenti perlahan.Shelly sejak tadi menjaga jarak aman dari Harrison.Namun saat melihat Jeffry, Harrison justru bergeser sedikit lebih dekat ke arahnya.“Pak Jeffry,

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 73

    Shelly mengeluarkan ponselnya dan menelepon Jeffry. Baru berdering dua kali, panggilan itu langsung ditutup.Dia mencoba menelepon lagi, kali ini ponselnya sudah mati.“Kamu ini jadi naik taksi atau tidak?” Orang di belakangnya mulai tidak sabar.Shelly mengalah dan menyingkir. “Maaf, silakan duluan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 72

    “Bagaimana kalau aku yang tinggal di sini saja?”Shelly masih mencoba menawar. “Aku juga belum sembuh total, kalau sampai .…”Tatapan Jeffry tajam dan menekan, seolah membakar. “Tidak ada ‘kalau sampai’.”Nada suaranya tidak memberi ruang untuk dibantah. Di antara alisnya bahkan tampak sedikit amara

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 71

    Saat jam istirahat siang, Shelly sedang beristirahat di kursinya ketika kepala sekertaris, Wulan Lestari tiba-tiba datang mengajaknya mengobrol.Sekarang, kehamilan Shelly sudah hampir tiga bulan. Meskipun lengan dan kakinya masih ramping, bentuk tubuhnya yang memang sudah berlekuk kini terlihat sem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status