Share

Bab 354

Author: Ratih Larasati
“Jaga sikap. Jangan asal bicara.”

Shelly melirik Joycelin sekilas.

Joycelin langsung mengoreksi ucapannya. “Bu Shelly.”

“Yang kumaksud bukan soal panggilan.” Shelly memberinya tatapan yang menyuruhnya memahami sendiri maksudnya.

Joycelin menjulurkan lidah. “Mana mungkin cuma karena dua kalimatku, orang langsung kepikiran bahwa kakakku pernah menikah denganmu dan pernah tidur denganmu?”

Shelly terdiam.

Pintu lift berbunyi, lalu terbuka.

Di luar lift, Jeffry berdiri dengan satu tangan di saku cela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 355

    Begitu menyebut nama Elora, alis Joycelin langsung berkerut hingga hampir menyatu.Shelly menarik napas pelan, berusaha meredakan rasa sesak dan getir yang tiba-tiba memenuhi dadanya.Dia memaksakan senyum. “Kembalilah bekerja. Ini hari pertamamu masuk kerja. Tunjukkan kinerja yang baik, jangan sampai orang-orang di departemenmu membicarakanmu.”Bagaimanapun juga, ini urusan keluarga. Joycelin tidak bisa sembarangan mengeluh kepada teman-temannya karena takut menjadi bahan gosip.Setelah akhirnya bertemu Shelly, dia pun mencurahkan semua unek-uneknya.Namun, dia masih merasa belum puas. “Nanti kalau sudah nggak sibuk, kita makan bareng. Masih banyak yang mau kuceritakan.”“Pergilah.” Shelly mengangguk.Ruangan kembali sunyi. Tatapan Shelly tertuju pada dokumen di hadapannya.Namun, dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi membacanya.Menjelang siang, setelah menyelesaikan beberapa dokumen penting, dia meninggalkan kantor.Dia sudah berjanji bertemu Saryna di restoran dalam mal. Mereka

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 354

    “Jaga sikap. Jangan asal bicara.”Shelly melirik Joycelin sekilas.Joycelin langsung mengoreksi ucapannya. “Bu Shelly.”“Yang kumaksud bukan soal panggilan.” Shelly memberinya tatapan yang menyuruhnya memahami sendiri maksudnya.Joycelin menjulurkan lidah. “Mana mungkin cuma karena dua kalimatku, orang langsung kepikiran bahwa kakakku pernah menikah denganmu dan pernah tidur denganmu?”Shelly terdiam.Pintu lift berbunyi, lalu terbuka.Di luar lift, Jeffry berdiri dengan satu tangan di saku celana.Ujung alisnya sedikit terangkat saat mengamati dua orang di dalam lift.“Kak … Pak Jeffry.” Joycelin buru-buru mengoreksi ucapannya. “Saya manajer baru Departemen Hubungan Masyarakat, Joycelin Anderson.”Tatapan Jeffry membuat kulit kepala Shelly terasa mati rasa.“Pak Jeffry.”Jeffry hanya mengeluarkan gumaman pelan dari hidungnya, lalu masuk ke dalam lift.Shelly dan Joycelin segera keluar, lalu berjalan cepat sambil menundukkan kepala.“Selama jam kerja, dilarang mengobrol hal di luar ker

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 353

    Shelly mencubit lembut pipi Nana.“Dia benar-benar hanya sedang sakit, jadi semalam terpaksa menginap di rumahku.”“Jadi sekarang sudah sembuh?” tanya Saryna sambil menggendong Nana dan kembali duduk di sofa.Shelly melepas mantel luarnya, lalu ikut duduk dan menggendong Nana.“Kurang lebih sudah membaik. Joyce sudah datang, dia yang akan merawatnya.”Saryna menarik nada suaranya panjang. “Oh … pantas saja kamu nggak membawanya pulang. Ternyata sudah ada yang merawatnya. Tapi, kenapa justru Joyce yang datang? Di mana calon pengantinnya?”Hari pernikahan mereka sudah semakin dekat. Seharusnya mereka sedang berada di masa-masa paling mesra.Begitu nama Elora disebut, senyum di wajah Shelly sedikit memudar.“Nggak tahu.”Saryna menggendong kembali Nana dari pelukan Shelly.“Sudahlah, biarkan ibu angkat cuci tangan dan ganti baju dulu. Setelah itu, kita makan.”Pengasuh anak sudah menyiapkan makan malam.Shelly naik ke lantai atas, mandi dan berganti pakaian rumah dengan cepat, lalu mengik

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 352

    “Pak Jeffry, ada apa?”Shelly bisa mendengar bahwa nada bicara Jeffry sangat buruk.Tanpa sadar, dia melirik ke arah kantor Jeffry.Di seberang sana hening selama beberapa detik, lalu suara pria itu terdengar lagi. “Nggak jadi.”Sambungan interkom pun terputus.Shelly menarik kembali pandangannya. Alisnya sedikit berkerut.Sepanjang sore, Jeffry tidak pernah keluar dari ruangannya. Pintu kantornya terus tertutup rapat.Shelly terus menunduk untuk menyelesaikan pekerjaannya.Saat semua pekerjaannya selesai, dia melirik jam.Sudah hampir pukul lima.Artinya, dia bisa pulang tepat waktu.Sementara itu, Jeffry tetap tidak keluar dari ruangannya sepanjang sore.Shelly merenung sejenak, lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan WhatsApp kepada Joycelin.Shelly, [Kamu datang ke Kota Sentara, kenapa nggak kabari aku lebih awal?]Joycelin langsung mengirim emoji wajah jahil. [Aku mau kasih kejutan. Kenapa kamu malah sudah tahu duluan?]Shelly, [Di surat mutasimu ada lampiran CV.]Joycelin,

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 351

    “Maaf mengganggu waktu istirahat Anda. Saya kira Anda nggak enak badan lagi.”Shelly merendahkan suaranya sambil perlahan memutar pergelangan tangannya, berusaha melepaskan cengkeraman pria itu.Jeffry melonggarkan genggamannya, lalu menopang tubuhnya dan duduk.“Aku nggak apa-apa.”“Kenapa Anda belum makan?” tanya Shelly.Jeffry menjawab, “Tenang, aku sudah minum obat.”Shelly tertegun.Dokter sudah berpesan secara khusus bahwa obat tersebut tidak boleh diminum saat perut kosong.Mending dia tidak meminumnya daripada meminumnya dengan perut kosong.Shelly masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi saat tatapannya bertemu dengan mata Jeffry yang hitam pekat, tenggorokannya terasa tercekat dan semua kata-kata penuh perhatian itu pun ditelannya kembali.“Keluarga Gunawan mengirim undangan perayaan hari jadi pernikahan mereka. Acara diadakan besok malam. Apakah Anda akan hadir?”“Menjalin hubungan dengan Keluarga Gunawan akan bermanfaat bagimu di sini.”Jeffry menjawab singkat, “Kamu ikut den

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 350

    Gerakan Jeffry yang sedang mengetik di keyboard tiba-tiba berhenti.Tatapan tajamnya langsung tertuju pada Shelly.Shelly bersumpah, dia hanya mengatakannya secara spontan.Namun, di telinga Jeffry, perkataannya terdengar seperti dia sudah tidak sabar ingin mengusir pria itu kembali ke Tavira.“Shelly, bahkan orang yang habis manis sepah dibuang pun tidak secepat dirimu.”Shelly buru-buru menggeleng.“Saya hanya takut pekerjaan Anda terganggu.”Jeffry bersandar di kursinya dan menatapnya lekat-lekat.“Tenang saja. Hari ini kamu tidak perlu merawatku.”Shelly mengakui bahwa dia memang ingin Jeffry segera pergi.Namun, apa yang dikatakannya juga tidak salah. Jeffry menangani pekerjaan dari jarak jauh di sini, tentu saja prosesnya menjadi lebih lambat.“Baguslah. Semoga Pak Jeffry bisa menjaga kondisi tubuh dengan baik agar tidak terjadi masalah lagi.”Shelly menyipitkan mata dan tersenyum tipis.“Kalau tidak ada urusan lain, saya keluar dulu.”Jeffry merasa senyum sopannya itu begitu pal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 72

    “Bagaimana kalau aku yang tinggal di sini saja?”Shelly masih mencoba menawar. “Aku juga belum sembuh total, kalau sampai .…”Tatapan Jeffry tajam dan menekan, seolah membakar. “Tidak ada ‘kalau sampai’.”Nada suaranya tidak memberi ruang untuk dibantah. Di antara alisnya bahkan tampak sedikit amara

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 47

    Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 20

    “Pak, apakah Anda keluarga pasien?”Setelah suara bising mereda, suara perawat kecil terdengar jelas dari seberang telepon.“Pasien pingsan saat sedang infus di rumah sakit. Bisa datang sebentar?”Keluarga pasien?Jeffry langsung memposisikan Shelly sebagai “pasien”, tapi dia sendiri tidak bisa meng

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 19

    Hari itu, Elora benar-benar tidak ingin melihat wanita itu lagi, bahkan sedetik pun!Tidak lama kemudian, Jeffry keluar dari ruang istirahat sambil mengaitkan jam tangan abu-abu peraknya di pergelangan.“Kak Jeffry .…” panggil Elora dengan lembut.Dia dengan cepat mengembalikan ponsel ke tempat semu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status