MasukBashira sudah siap dijodohkan dengan laki-laki yang dikenal orang sebagai sosok yang kejam, berdarah dingin dan juga 'anak haram'. Tapi siapa sangka kalau laki-laki itu ternyata ....
Lihat lebih banyakBab 1 Perjanjian Teman Lama
Meja makan panjang di sebuah taman itu dipenuhi dengan banyak sekali makanan lezat. Dua keluarga bertemu, membawa banyak sekali hadiah untuk Gunawan Pakusadewo, yang hari ini tengah berulang tahun. Usianya sudah 80 tahun, tapi fisiknya tetap gagah. Gunawan masih bisa beraktifitas seperti biasa, mengisi pertemuan-pertemuan tiap harinya. "Selamat ulang tahun buat Kakekku tercinta. Aku harap Kakek makin panjang umur, supaya bisa ada di sampingku setiap saat." Seorang perempuan berusia 24 tahun menghampiri lebih dulu, memeluk Gunawan dengan kegembiraan meluap-luap. "Terima kasih, Cucuku yang paling cantik," balas Gunawan mengusap puncak kepala Bashira. "Selamat ulang tahun ya, Kek," ucap Arion, kekasih Bashira. Lelaki itu memberikan sebuah kado untuk Gunawan. "Terima kasih, ya, sudah mau datang ke sini." "Arion pasti datang, Kek. Selain bagian dari keluarga Atmadja, dia juga pacarku yang paling ganteng!" Bashira menggamit lengan Arion. Tatapannya pada lelaki itu dipenuhi cinta yang meluap-luap. Hubungan keduanya sudah terjalin selama tiga tahun, tepatnya ketika Bashira sedang menjalani semester akhir masa pendidikannya di dunia perkuliahan. Bukan hanya dua pihak keluarga yang tahu, tapi orang-orang di seluruh negeri pun selalu menjadi saksi, betapa romantisnya pasangan muda-mudi itu. "Kalian jangan terlalu mesra di depan Kakek, nanti Kakek bisa iri," tegur Hadi sambil tertawa renyah. Bashira ikut tertawa atas perkataan ayahnya itu. "Kamu datang sendirian, Hadi?" tanya Gunawan. "Iya, Pa," jawab Hadi tetap melengkungkan senyum. Gunawan lantas mempersilakan semua tamunya duduk di tempat yang telah disediakan. Acara makan malam pun dimulai. Atas permintaan Gunawan, ulang tahun kali ini hanya dihadiri oleh dua pihak keluarga, yakni keluarga Pakusadewo dan keluarga Atmadja. Tentu saja ada hal penting yang harus dibicarakan. Namun, Gunawan akan mengenyampingkan hal penting itu lebih dulu, sebab para tamunya harus menikmati sajian yang ada. "Andai Seno Atmadja masih ada, mungkin ulang tahunku ini akan berlangsung lebih menyenangkan." Gunawan menyebut nama sahabatnya yang telah meninggal lima tahun lalu. "Papa Seno pasti melihat acara ini dari atas sana. Saya yakin, Pak, beliau pasti ikut senang," ucap Melani, ibu Arion yang turut hadir. "Iya, semoga saja begitu," balas Gunawan berusaha meleburkan kekosongan di hatinya. Hari ini, ia harus tetap merasa senang. Ada cucu kesayangannya yang turut menemani. "Kemarin siang saya sudah memberi tahu Wira, bahwasanya selain untuk makan malam, kita juga akan membahas masa depan keluarga kita." Gunawan masuk ke dalam percakapan penting yang sejak tadi ditunda-tunda. Di sebelah Melani, Wira mengangguk-angguk. "Apa keluarga kita ada kerja sama dalam skala lebih besar, Pa?" bisik Melani pada sang suami. "Bukan kerja sama, tapi perjodohan." Wira menjawab dengan bisikan serupa, tapi masih bisa didengar oleh Arion yang duduk di sebelahnya. "Siapa yang mau dijodohkan?" tanya Arion penasaran. "Yang mau dijodohkan adalah cucu Pakusadewo dengan cucu Atmadja, sesuai perjanjianku dengan mendiang Seno 15 tahun lalu." Gunawan membeberkan semuanya. Semua mata menoleh pada lelaki berusia senja itu. Bashira sedikit ternganga, tapi kemudian tersenyum. Ia beralih tatap pada Arion. Kekasihnya itu juga sama, yakni melengkungkan senyum. Semua orang di sana sudah bisa menerka, bahwa yang akan menjalani perjodohan adakah Bashira dan Arion. Selain sudah menjalani hubungan cukup lama, siapa lagi dari keluarga Atmadja dan Pakusadewo yang masih menyandang predikat lajang, jika bukan mereka berdua? Diam-diam senyum Melani tercetak, tapi ditahan sebisa mungkin. Perjodohan ini tentu akan memberikan banyak keuntungan baginya. Siapalah yang tidak mengenal keluarga Pakusadewo? Mereka memiliki bisnis hotel di berbagai kota. Selain itu, keluarga mereka juga memiliki puluhan resort di setiap tepi pantai yang indah. Melani tidak bisa berhenti membayangkan, akan sebesar apa kuasanya nanti, jika Arion menikahi Bashira. "Biar aku pastikan sekali lagi, Kek. Kakek serius mau menjodohkan aku dengan Arion?" tanya Bashira tidak bisa menahan rasa bahagia. "Kamu akan dijodohkan dengan cucu dari keluarga Atmadja. Pesta pertunangan akan berlangsung, bersamaan dengan pesta ulang tahun kamu. Acaranya dua minggu lagi." "Tunangan?" Arion bersuara. "Iya." Gunawan mengangguk, kemudian beralih pada Bashira. "Kamu mau, kan?" "Mau, Kek!" pekik Bashira amat senang. "Kabar ini sangat bagus, Pak Gunawan. Saya senang sekali mendengarnya. Nanti akan saya bantu mempersiapkan semua kebutuhan acara agar berjalan lancar," ucap Melani sama tidak bisa lagi menahan senyum lebar di bibirnya. Gunawan hanya mengangguk, seraya memberikan senyum tipis. Lantas ia beralih pada Wira. Keduanya saling bertatapan selama beberapa saat, mengabaikan sejenak ocehan Bashira yang terus mengatakan, hatinya amat sangat berbahagia. ****Bab 59 Kebersamaan "Jangan takut sama Tante Lita ataupun Dania. Mereka gak punya kuasa apa-apa di sini." Bashira menenangkan empat asisten rumah tangganya."Terima kasih, Non, sudah datang dan membela kami," ucap Asih mewakili teman-temannya."Sama-sama, Bi. Aku juga makasih, karena Bibi dan yang lain lebih mendengarkan apa kata Kakek Gunawan.""Kami semua akan selalu berada di pihak Non Shira dan Pak Gunawan."Bashira tersenyum mendengarnya, seperti mendapat teman setia yang tak akan pernah pergi dari sisinya."Sekarang Bibi dan yang lain kembali bekerja, ya. Kalau Tante Lita berulah lagi, jangan sungkan memberi tahu aku." Bashira lantas meninggalkan dapur.Perempuan itu naik ke lantai dua, berganti baju dan membawa baju ganti lainnya. Malam ini ia akan menginap lagi di hotel. Hatinya yang masih kecewa pada Hadi, enggan sekali bertemu dengan lelaki paruh baya itu.Setelah selesai bersiap dan menenteng satu paper bag juga tas kerja, Bashira kembali ke bawah. Saat itulah ia berpapasan
Bab 58 Menahan MaluDatangnya Gunawan dengan membawa peringatan, otomatis membuat posisi Hadi semakin terancam. Selama beberapa saat, ia dan Lita kompak membisu di tempat semula."Pak Gunawan terlalu ikut campur, Pa. Dia merasa lebih berhak atas Bashira, padahal Papa adalah ayah kandung anak itu!" Lita menoleh pada Hadi, berucap sangat pelan tapi sarat akan amarah yang cukup besar.Hadi diam saja."Segera lakukan sesuatu, Pa, supaya Pak Gunawan tidak memandang rendah posisi Papa di rumah ini.""Diam, Ma!" titah Hadi tak mau mendengar apa pun lagi. "Papa Gunawan tau semua yang terjadi pada kita dan Bashira. Itu artinya, dia punya mata-mata di rumah ini."Lita melotot mendengar itu. Ia lekat menatap Hadi."Jadi maksud Papa ... semua orang yang bekerja di sini tunduk pada Pak Gunawan?"Hadi tak mau menjawab pertanyaan itu. Ia memilih berdiri."Mau ke mana, Pa?""Jangan pernah sekali pun membicarakan pernikahan Bashira dan Sabian di rumah ini.""Gak bisa begitu, Pa!" bentak Lita tak terim
Bab 57 Ancaman Gunawan"Kita berdua tidak punya masalah, Ra!""Punya!" timpal Bashira mengingatkan. "Jangan pernah lupakan masalah yang Papa timbulkan sendiri!""Masalah apa maksud kamu ini? Kamu membuat seakan-akan Papa adalah orang tua yang buruk!"Bashira menatap tajam Hadi. Andai lelaki paruh baya itu bukan ayah kandungnya, mungkin ia akan langsung meludahinya tanpa ragu. Semua itu dikarenakan, Hadi sangat playing victim."Pertama, Papa mendesak supaya aku membantu Papa mendapatkan posisi lebih tinggi di hotel ini. Karena aku menolak, Papa makin berubah dan menganaktirikan aku. Kedua, Papa menyetujui hubungan Dania dan Arion, dengan maksud supaya aku merasa terusik, bukan? Dan yang ketiga, Papa terang-terangan menjadikan Dania prioritas." Bashira membeberkan semuanya tanpa ragu.Lita melotot mendengarnya. Sungguh berani sekali Bashira bicara panjang lebar seperti itu. Sementara Hadi dibuat bungkam seketika. Lelaki paruh baya itu perlahan mundur, satu hal yang membuat Lita menggera
Bab 56 Amarah Di Tengah MalamDada Lita seakan dihantam habis-habisan mendengar berita itu. Ia gegas berdiri. Gerakannya yang cepat dan tiba-tiba itu membuat Hadi terusik dari tidurnya."Ada apa, Ma?" tanya Hadi, dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.Lita tak menjawab. Ia masih sibuk mendengar ocehan Dania di telepon. "Sudah kamu pastikan, Dan, kalau Arion gak mengarang cerita?""Ya ampun, Ma, buat apa Arion mengarang cerita? Dari tadi mukanya kusut, aku sampai gak bisa bikin dia terangsang!" ucap Dania frontal."Ini semua gak bisa dibiarkan!" Lita langsung menatap tajam pada Hadi, setelah memutus panggilannya dengan Dania begitu saja. "Kenapa Papa gak ngasih tau Mama, kalau pernikahan Bashira dan Sabian akan dipercepat?""Apa?" Hadi bertanya linglung."Bashira dan Sabian akan menikah tahun ini, Pa! Papa pasti sudah tau kan?" tuduh Lita dengan jari mengacung ke wajah Hadi."Papa sama sekali gak tau soal itu, Ma!" sanggah Hadi. Lelaki paruh baya itu lekas meninggalkan kamar, henda
Bab 44 Kekhawatiran HadiMelihat hari-hari Dania lebih bahagia, tentu Hadi turut merasa senang. Ia juga selalu menyambut baik Arion yang kerap datang ke rumah untuk menjemput Dania. Namun, di lubuk hatinya yang paling dalam, ada keresahan yang membuat Hadi tidak tenang. Contohnya saja hari ini. Ke
Bab 40 Salah Paham[Tugas dari Bu Melani sudah berhasil saya laksanakan. Sekarang Pak Sabian ada di rumah sakit. Keadaannya kritis.]Melani terbahak senang menerima informasi dari orang suruhannya. Ia lantas masuk ke ruangan Arion, memberikan ponselnya agar sang putra bisa membaca pesan yang ada di
Bab 35 Terungkap"Kali ini kamu keterlaluan," ucap Bashira pelan. Sekarang mereka tengah berada di kamar hotelnya.Sebelum datang ke kamar, Bashira bersikeras membawa Sabian pergi ke rumah sakit. Tapi calon suaminya itu keras kepala. Dengan sangat percaya diri Sabian berkata, bahwa lukanya akan sem
Bab 34 Gelap Mata"Jangan bicara sembarangan kamu, Arion! Sumpah demi Tuhan, kita berdua gak pernah tidur di satu ranjang yang sama!" teriak Bashira tidak bisa menahan amarah.Bagaimana tidak begitu? Arion terang-terangan berani memfitnahnya seperti ini. Harga diri Bashira tercoreng, maka segera ia






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.