分享

Bab 109

作者: QueenShe
last update publish date: 2026-05-17 09:52:03
“Gimana gugatannya? Sudah seminggu lebih belum ada kabarnya?”

Prana bertanya sambil duduk di lounge kecil apartemen milik Hendra. Ia membuka beberapa dokumen di atas meja. Kemeja hitamnya tergulung sampai siku, menampakkan urat-urat tangan yang menegang. Wajahnya tampak lelah setelah seharian di rumah sakit.

Di hadapannya, Hendra tengah membaca berkas gugatan cerai Shanum. Sesekali ia mengetuk pulpen ke meja, menciptakan irama yang monoton.

“Besok pagi gugatan masuk. Semua bukti tambahan sudah l
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 257

    “Banding kita ditolak, Dil,” ucap Andreas, berusaha meredam intonasi.Fadil tertegun, tubuhnya menegang di kursi. “Ditolak? Gak mungkin! Bukannya kamu bilang—”“Hakim Pengadilan Tinggi menolak semua banding yang kita ajukan,” potong Andreas, menyodorkan berkas itu lebih dekat. “Fakta rekam medis KDRT dari rumah sakit dinilai mutlak, gak bisa diganggu gugat. Putusan pengadilan tingkat pertama dinyatakan inkrah hari ini. Perceraian kalian udah sah secara hukum. Kamu dan Shanum resmi bercerai.”Kalimat itu bagai petir menyambar Fadil. Otot di pelipisnya menegang hebat, wajahnya memerah padam.Brak!Fadil memukul meja dengan kedua tangan hingga menimbulkan dentuman menggema di ruangan. Ia bangkit, menendang kursi besi di belakangnya hingga terjungkal ke lantai.“Brengsek! Gak mungkin! Ini pasti permainan dokter sialan itu!” teriak Fadil, matanya melotot tajam. “Jalang itu gak boleh lepas dari aku! Dia istriku! Sampai kapan pun dia tetap milikku! Cari cara lain! Gugat lagi! Hancurkan karie

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 256

    “Mas Prana, gimana hasilnya?” potong Shanum cepat, tak sanggup lagi menahan desakan di dadanya. “Sidangnya udah selesai, kan?”Beberapa detik hanya terdengar embusan napas lelah. Jeda itu terasa seperti siksaan bagi Shanum, sebelum akhirnya suara Prana kembali, kali ini jauh lebih ringan.“Udah, Num. Semuanya udah selesai,” ucap Prana.Shanum menahan napas. “Terus... hasilnya gimana, Mas?”“Ditolak, Num,” sahut Prana pelan, datar tanpa emosi.Lidah Shanum kelu. Seluruh sendi tubuhnya terasa lepas. “Ditolak?” ulangnya mencicit. “Perceraian aku ditolak? Jadi... aku gak jadi cerai?”Ketakutan merayap naik, mencengkeram dadanya hingga sesak. Bayangan harus kembali ke rumah Fadil, menghadapi siksaan pria itu, berputar di kepalanya. Air mata yang sejak tadi ditahan luruh begitu saja.“Mas,” seru Shanum setengah berbisik, air matanya makin deras. “Kenapa bisa ditolak? Kemarin kata Mas Hendra kalau—”“Sayang, dengerin aku dulu,” potong Prana cepat.Terdengar kekehan rendah dari seberang telep

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 255

    “Kita langsung pulang ya, Mas.”Prana tak langsung menjawab. Matanya bergerak tajam ke tiga perempuan di dekat rak pajangan yang masih berbisik sambil sesekali mengangkat ponsel. Gerakan kikuk mereka merekam diam-diam membuat otot rahang Prana mengeras. Ia paham ketakutan yang mendadak melanda Shanum.Tanpa berkata apa-apa, Prana melepas topinya, memasangkannya di kepala Shanum, menarik bagian depan agak rendah untuk menyembunyikan wajah pucat dan memar di pipi wanita itu. Beberapa lembar uang diserahkan ke kasir, tanpa menunggu kembalian.“Mas...” bisik Shanum dari balik naungan topi.“Ayo pulang. Kita masak steak,” potong Prana lembut, menyambar dua kantong belanjaan sambil menggandeng erat tangan Shanum.Begitu keluar dari supermarket, Shanum terus menunduk menatap sepatunya sendiri. Suasana manis di antara rak sayur menguap, berganti sunyi mencekam. Langkah mereka bergema di sepanjang koridor mal. Sampai akhirnya Shanum tak bisa lagi menahan beban di dadanya.“Aku ternyata memang

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 254

    ‘MAMA’Prana menatap layar ponsel yang terus bergetar tanpa henti. Ibu jarinya menggantung di atas tombol hijau, ragu untuk menekan. Ia melirik Shanum, menangkap perubahan raut wajah wanitanya yang mendadak pias.“Aku angkat telepon sebentar di luar ya, sayang,” pamit Prana sambil mengecup singkat dahi Shanum. Menenangkan wajah gelisahnya.Shanum hanya mengangguk kaku. Membiarkan pria itu melangkah lebar menuju balkon apartemen. Pintu kaca geser dibuka, lalu ditutup kembali dengan rapat, menyisakan sekat transparan di antara mereka.Dari ruang tengah, Shanum berdiri mematung. Matanya tak lepas dari sosok Prana di balik kaca. Pria itu menempelkan ponsel ke telinga dengan satu tangan bebas bertumpu pada pagar pembatas balkon.Meskipun tak bisa mendengar satu patah kata pun yang diucapkan, Shanum bisa membaca situasi dari gerak-gerik tubuh Prana. Rahang pria itu mengeras. Sesekali ia mengusap rambutnya ke belakang dengan kasar, menunjukkan rasa kesal dan frustrasi yang tertahan.Prana le

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 253

    “Darimana, Mas?” tanya Shanum, berjalan mendekat sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.Prana tersentak kecil melihat kedatangannya, lalu cepat mengubah ekspresi menjadi santai. Ia melepas jaket, meletakkannya begitu saja di sandaran kursi makan.“Ada urusan tadi dikit di luar,” jawab Prana pendek.“Urusan?” Shanum menaikkan alis, menatap penuh selidik. Jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Sebelum mandi, ia melihat Prana masih main ponsel di rumah. “Urusan apa pagi-pagi begini?”Prana tak langsung menjawab. Ia melangkah lebar menghampiri Shanum, menariknya ke dalam pelukan erat—seperti baru pergi berhari-hari dan sangat merindukannya. Shanum tertegun sesaat, tapi membiarkan tangan Prana melingkari pinggangnya.“Mas, gak siap-siap ke rumah sakit? Jadwal kamu bentar lagi mulai, lho.”Prana mengecup puncak kepalanya yang masih agak basah. “Aku ambil cuti.”Shanum langsung melepaskan diri, mendongak dengan dahi berkerut. “Kenapa tiba-tiba ambil cuti. Pasi

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 252

    “Nikah?” ulang Shanum lirih. Matanya berkedip beberapa kali, seperti berusaha memastikan dirinya benar-benar sudah bangun. “Mas... aku gak salah dengar?”“Enggak,” ulang Prana, kali ini dengan artikulasi jauh lebih jelas dan tegas. “Begitu putusan banding dari Pengadilan Tinggi keluar, kita menikah. Aku gak mau nunggu lebih lama lagi.”“Mas, kamu gila?” Shanum langsung bangkit duduk. “Sidang banding aja belum dimulai! Status hukumku masih menggantung. Di luar masih membicarakan kita. Kalau kita menikah sekarang, itu sama saja membenarkan kalau kita berhubungan sebelum aku bercerai.”“Biar saja mereka menuduh apa pun,” sahut Prana, tak bergeming dari posisinya. “Toh... memang kenyataannya aku mau kamu jauh sebelum kejadian ini.”“Mas...” Suara Shanum terdengar sedikit ketakutan dan panik.“Kalau kita menikah, aku punya hak hukum penuh untuk melindungimu. Siapa pun gak akan punya celah lagi buat mengganggumu. Kita pindah dari sini.”Shanum menggeleng-gelengkan kepala, merasa dunia di se

  • Satu Kali Lagi, Mas   Babb 134

    “Selama lima tahun ini, Mas pernah punya hubungan serius?” tanyanya, tak lagi berniat menutupi rasa penasaran yang sedari tadi menguasai isi kepalanya. “Mungkin sampai berencana menikah atau bertunangan? Atau jangan-jangan... Mas malah sudah menikah?”Prana menurunkan cangkirnya perlahan. Ia terdia

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 130

    “Mas Prana?” Shanum terkejut. Mata kecilnya menyapu keluar, khawatir ada orang yang menangkap Prana mendatangi rumah. “Kenapa gak bilang dulu mau kesini?”“Memangnya aku gak boleh nengok mantan ibu kos?” iseng Prana, mengulas senyum tipis yang sengaja dibuat untuk mencairkan ketegangan wajah Shanum

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 129

    “Gimana kondisi Ayah, Ra? Apa ada perkembangan?” tanya Shanum cepat pada Tiara lewat sambungan telepon. “Hasil pemeriksaannya gimana? Ada masalah?”“Ayah sudah stabil, Mbak. Dokter bilang kemarin cuma shock aja, jadi gak ada masalah apa-apa. Mbak gak perlu khawatir,” jawab Tiara menenangkan. “Sekar

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 116

    Semalaman Shanum hampir tak tidur. Di sampingnya, Fadil terus mengoceh soal Prana sampai larut malam, sementara Prana sendiri keluar dari rumah tepat lewat tengah malam.Pagi ini ponsel di atas meja makan bergetar. Sebuah nama tertera di layar. Hendra. Shanum bergegas mengangkatnya, setengah berbisi

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status