Home / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 7: Enak, kan?

Share

CHAPTER 7: Enak, kan?

Author: Heiho
last update publish date: 2025-11-06 12:36:43

Rara memejamkan matanya ketika bibir Jefri kembali menempel. Sama seperti sebelumnya, lidah Jefri kembali menyapu bibir Rara, meminta perizinan untuk masuk ke dalamnya.

Rara membuka mulutnya ragu-ragu. Lidah Jefri seketika masuk ke dalam. Ia menyapu seisi mulut Rara, mulai dari langit-langitnya, deretan giginya, dan mengelus-elus lidah Rara membuat perempuan itu bergidik geli.

Pria ini terlalu lihai! Hingga Rara ketakutan ia tak sadar apabila kehabisan napas nanti.

Sebelum yang Rara takutkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
adelfuji53
Ini jg crita ny koq lama ga dtambah y bab ny,thor ayo donk jgn lama2 update nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 277: Sebagai Gantinya

    “Hani!” Hani yang daritadi melamun di atas kasur, menoleh ke arah pintu. Matanya melebar melihat Rara berlari ke arahnya dengan mata berkaca-kaca. Sebelum ia sempat bereaksi, Rara sudah menubruknya cepat. Memeluknya erat-erat hingga Hani merasa sedikit sesak. Ia meringis. “Ra, pelukanmu terlalu kencang–” “Aku benar-benar khawatir!” potong Rara. Ia melonggarkan pelukannya. Matanya sudah bersimbah air mata. “Tuan Merphilus tiba-tiba saja datang dan bilang Michael hampir memperkosamu! Bagaimana bisa aku tidak cemas?!” seru Rara dengan suara serak. Hani menelan ludah. Ia memang sudah menduga Merphilus melakukannya. Meski ia tidak melihat ketika pria itu pergi ke aula karena sudah lebih dulu ke kamar ini bersama staf hotel. “Untung saja Tuan Merphilus sudah membuat bajingan itu babak belur sebelumnya! Kalau tidak, aku akan—” “Tunggu, kamu bilang apa tadi?” Hani mengernyitkan alisnya, “Michael babak belur? Benarkah? Dan bagaimana kamu bisa tahu?” Rara menghela napas pelan.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 276: Kedatangan Merphilus

    “Hani masih belum kembali?”Leo menggeleng untuk menjawab pertanyaan Jefri. Hal itu membuat wajah Jefri seketika mengerut.“Ini sudah hampir 20 menit. Apa dia kabur lagi?” sungutnya. “Saya tidak yakin soal itu,” balas Leo. Kalau Merphilus ada di sini, ada kemungkinan Hani memang kabur. Mengingat selama ini kaburnya Hani ada sangkut pautnya dengan pria itu. Tapi, Merphilus tidak ada di sini sekarang. Leo juga sangsi pria itu akan muncul mengingat ini adalah acara keluarga Nickelson. Dengan kata lain, Hani mungkin hanya tengah berkeliaran atau mampir di bar lantai atas. ‘Atau pria itu memang tiba-tiba datang dan membawa Hani?’ duga Leo dalam hati yang buru-buru ditepisnya.Dia sudah bertekad untuk tidak memedulikan mereka lagi. Rahasia hubungannya sudah digenggam Merphilus sehingga ia harus berhati-hati agar tidak menyinggung pria itu lagi.Karena jika Leo melakukannya, hubungannya dengan Grace bisa terancam bubar. Ia tidak menginginkannya.“Mungkin ada sesuatu terjadi?” tebak Rara

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 275: Saya Di sini

    “Aku tidak menyangka paman di sini juga,” Hani beranjak mendekat. Berdiri di sebelah Michael. “Jenuh dengan pesta juga?” kekehnya.Michael tertawa. Ia menyelipkan sebatang rokok ke mulutnya lalu menyalakannya menggunakan api dari pemantik. Pria itu menghisapnya sejenak sebelum menghembuskannya.“Yah, begitulah. Sepertinya paman sudah terlalu tua untuk mengikuti acara seperti ini,” keluh MIchael membuat Hani tertawa. Ia kemudian menoleh ke perempuan di sebelahnya.“Kamu sendiri kenapa keluar? Anak seumuranmu harusnya sedang senang menghadiri pesta seperti ini,” tanya Michael membalikkan pertanyaan Hani.“Tidak juga. Om dapat ide itu darimana?”Michael hanya mengendikkan bahunya ringan. Memasang wajah ‘bukankah memang begitu?’ yang membuat Hani mendengus.Ia bersandar dan menghela napas panjang. “Aku cuma lelah saja dan ingin mencari udara segar,” ucapnya beralasan.Hani tidak mungkin bilang alasan utamanya karen

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 274: Hati-Hati Dengannya

    Hani tersenyum kecil mendengar sapaan Michael. Ia mengangguk.“Iya, paman. Mungkin setahun yang lalu kita terakhir bertemu,” balas Hani sambil mengingat-ingat, “Bagaimana kabar tante dan anak paman? Mereka tidak datang?”Michael menggeleng, “Mereka berdua sedang ada urusan, jadi tidak bisa datang.”Hani mengangguk-angguk. Sementara Michael memerhatikan Hani dari atas sampai bawah. Sorot matanya terlihat lebih menyala. “Kamu cantik sekali malam ini, Hani. Om tidak menyangka gadis yang dulu urakan sudah semenawan ini,” ucap Michael sambil terkekeh.Alexander mendengus, “Apa gunanya penampilannya kalau tidak mampu membuatnya mendapatkan pasangan?”Tiara menyenggol cepat Alexander saat Jefri kembali mendelik. Sorot matanya was-was, seolah memberikan peringatan agar Alexander diam. Pria tua itu berdecak pelan. Hani tersenyum penuh kemenangan melihatnya. Pengaruh Jefri masih sangat kuat di keluarga ini. Bahkan meski mereka t

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 273: Hari Pesta

    Hari berlalu dengan cepat. Hingga akhirnya, tibalah hari pesta keluarga Nickelson diadakan.Hani sudah duduk di mobil menuju hotel tempat pesta diadakan. Ia mengenakan gaun berwarna merah muda-putih tanpa lengan, yang panjangnya hanya mencapai mata kaki dengan bagian selangkanya ditutupi kain transparan. Memperlihatkan kulit putih mulusnya. Berbeda dengan biasanya, ia kali ini tidak mengeritingkan rambutnya. Tapi, mengepangnya dan menyampirkannya ke pundak. Perempuan itu terlihat sangat cantik. Rara bahkan memujinya berkali-kali tadi.“Jadi, apakah kamu mengajak Tuan Merphilus ke pesta ini?” celetuk Jefri tiba-tiba.Hani yang sedang minum, seketika tersedak. Ia terbatuk-batuk dan Rara buru-buru memberikan sapu tangan untuk mengelap air yang tumpah ke gaunnya. Wanita itu menyikut pelan Jefri yang hanya memasang gestur wajah tak berdosa.Hani menerimanya dan menatap Jefri kesal. “Kenapa tiba-tiba ungkit itu?” sungut Hani. Jefri menaikkan bahunya ringan. “Ayah hanya penasaran. Siapa ta

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 272: Setelah Itu

    Perkataan Merphilus itu terus terngiang di kepala Hani sampai besok paginya. Ia bahkan masih mengingatnya saat sedang diinterogasi Jefri dan Rara sekarang.Semalam Hani tak bertemu mereka ketika pulang karena keduanya sudah tidur. Tapi, pagi ini mereka langsung menyeret Hani ke meja makan dan memaksanya duduk berhadapan dengan mereka.Hani merasa seperti tahanan di meja pengadilan. Apalagi pasutri itu sama-sama memberikan tatapan tajam padanya.“Jadi, teman ekskulmu yang datang kemarin, tiba-tiba mengabari ingin balik semalam makanya kamu pergi dari pesta untuk menemuinya?” ucap Jefri yang segera diangguki Hani.Ya, tadi ia menggunakan alasan teman ekskulnya itu lagi. Dalam hati, Hani meminta

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 49: Jarak di Antara Kita

    Rara dan Septa ikut menolehkan kepala ketika mendengar suara riuh para tamu ke pintu aula hotel. Napas Rara tercekat ketika melihat Jefri melangkah masuk bersama Rachel dan Hani. Ketiganya berpegangan tangan dengan posisi Hani berada di tengah.Warna busana mereka adalah merah maroon. Je

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 43: Pasangan Jefri

    “Hahh?” alis Rara mengerut semakin dalam, “Jangan ngomong aneh-aneh!” dengusnya. Septa tertawa, “Harusnya di momen kayak gini kamu langsung salah tingkah, Ra!”Rara menggeleng-geleng. Bagaimana bisa ia salah tingkah ketika ia tahu Septa adalah orang yang suka bercanda?Apalagi, ajakannya tadi sang

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 40: Nggak Nyaman?

    ‘Apa ini?’ batin Rara resah. Percakapan di meja sudah beralih ke topik lain, tapi Rara tidak ikut menimbrung. Pikirannya penuh. Entah kenapa, perkataan Jefri barusan tidak terdengar seperti sebuah guyonan. Terasa ada implikasi di dalamnya. Seolah ia tengah memperjelas hubungannya dengan Rachel

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 46: Menjauh

    Rara mungkin sudah tahu dari awal kalau kalimat itu memiliki makna tersirat di baliknya. Dari pertama kali Jefri mengatakannya, Rara tahu itu bukan cuma ucapan kosong. Meski begitu, Rara selama ini menyangkal prasangkanya itu. Lebih tepatnya, ia berharap kalau hal itu tidak benar dan ia

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status