Home / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

Share

Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

Author: Purplelove77
last update publish date: 2026-06-02 13:20:59

Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. 

Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. 

“Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. 

“Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah karena sudah mempersiapkan acara ini,”  sahut Mei Ling yang sudah merasa di atas angin. 

Di meja sebelah, Pangeran Wang Dong memperhatikan dengan senyum tipis yang segera dia sembunyikan. 

“Oh, biarkan Permaisuri istirahat. Antar saja untuk istirahat dulu,” jawab Ibu Suri Rong Yue yang diikuti pandangan mata Raja Wang Ming. 

“Antarkan Permaisuri istirahat!” perintah Wang Ming pada Xiao Xing. 

Mei Ling maju dan memberikan hormat. “Yang Mulia, mohon izin, Hamba akan mengantarkan Yang Mulia Permaisuri untuk istirahat.” 

“Baiklah. Selir Mei Ling memang sangat perhatian,” jawab Wang Ming sambil tersenyum pada Mei Ling. 

Interaksi itu diamati oleh Pangeran Wang Dong dan Menteri Keuangan Bong An. Hingga ketiga orang itu berlalu keluar dari ruangan. 

Di luar, Xiao Xing segera memapah majikannya dengan hati-hati. Tapi ditepis oleh pelayan Mei Ling. 

“Biar aku saja yang antar, kau di belakang saja!”  Perintah Mei Ling pada Xiao Xing sambil melepaskan tangan Xiao Xing dari lengan Li Jing. 

“Kau ambilkan Permaisuri baju ganti dan air hangat saja sana!” lanjut Mei Ling pada Xiao Xing. 

Dengan terpaksa, Xiao Xing mengangguk dan pergi seperti yang diperintahkan oleh Mei Ling. 

Tiba di sisi Utara Istana Naga, ada sebuah Paviliun terbengkalai yang jarang didatangi oleh penghuni istana. Mei Ling mengantar Li Jing ke sana. 

Di ruangan itu, ternyata sudah sedikit dirapikan. Ada dupa yang juga sudah mengepul dan membuat ruangan itu penuh asap dan wewangian yang memabukkan. 

Li Jing ditidurkan di ranjang yang ada di ruangan tersebut. 

“Silakan menikmati keindahan yang tidak akan pernah kau lupakan, Li Jing. Kau kira kau akan bisa duduk di kursi Permaisuri selamanya? Mimpi! Karena aku akan segera menggantikan posisimu. Hahaha,” gumam Mei Ling. 

Tepat saat itu, Li Jing bangun dan dengan gerakan secepat kilat, dia memukul tengkuk Mei Ling. Mei Ling pun langsung pingsan. 

Li Jing menidurkan Mei Ling di ranjang itu menggantikan dirinya. Dan segera keluar dari ruangan itu. Li Jing pun memasang kunci di pintu ruangan tadi. 

Xiao Xing yang datang membawa air hangat dan mendekati Li Jing. Diseretnya Xiao Xing oleh Li Jing untuk menjauh dari ruangan tadi. 

“Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?” 

“Tidak apa-apa. Kita menjauh dari sini.”

Di dalam kamar itu, ternyata sudah ada beberapa laki-laki yang sembunyi di ruangan tersebut. Dan mereka akhirnya melakukan hubungan intim dengan Mei Ling yang sudah pingsan. 

Mereka semua di sana, tidak sadar karena dupa perangsang yang dinyalakan di ruangan tersebut begitu pekat. Sehingga efeknya juga sangat kuat. 

Di aula utama, seorang pelayan lari tergopoh-gopoh dan tersungkur di depan singgasana. 

“Lapor,  Yang Mulia!”

“Ada apa?” seru Wang Ming. 

“Kami mendengar di Paviliun sebelah barat ada orang-orang yang lagi berbuat mesum di siang hari,  Yang Mulia. Dan kata salah seorang pelayan, itu… tempat…” 

“Tempat apa?” bentak Wang Ming. 

“Tempat Permaisuri tadi istirahat, Yang Mulia.” Jawab pelayan tadi sambil tersungkur. 

Wang Ming langsung berdiri begitu juga Ibu Suri Rong Yue. 

“Apa? Permaisuri ada di sana?”  tanya Ibu Suri dengan suara keras. 

“Benar, Yang Mulia Ibu Suri.” 

“Raja, mari kita lihat bersama. Apa yang Permaisuri lakukan saat istirahat,”  ajak Rong Yue pada Wang Ming. 

Dengan langkah tergesa, Raja Wang Ming dan Ibu Suri Rong Yue melangkah keluar diikuti oleh semua para menteri dan Pangeran Wang Dong. 

Tiba di ruangan yang telah ditunjukkan, Raja Wang Ming sayup-sayup mendengar suara desahan laki-laki dan wanita. 

“Dobrak pintunya!” perintah Raja Wang Ming. 

Saat tiba di dalam ruangan, mata Wang Ming dan semua yang datang melihat ke dalam ruangan tersebut membelalak. 

“Selir Mei Ling! Apa yang kalian lakukan di siang hari hah!” bentak Raja Wang Ming dan Ibu Suri Rong Yue.

Mei Ling setengah sadar karena efek dari dupa perangsang tadi. Mei Ling membuka mata dan melihat orang-orang yang semula disewa untuk melecehkan Li Jing justru menggauli dirinya. 

“Agh! Kenapa? Kenapa jadi aku? Agh! Lepaskan aku!” histeris Mei Ling langsung bangun dan tersungkur di kaki Raja Wang Ming dan Ibu Suri Rong Yue. 

“Ampun, ampuni, Hamba. Pasti Hamba dijebak!” jelas Mei Ling. 

Tidak lama, Li Jing dan Xiao Xing datang.

“Selir Mei Ling, apa yang kalian lakukan? Apakah kalian tidak menghormati Raja Wang Ming dan para tamu undangan yang datang?” 

“Kau! Kau telah jebak aku, Li Jing!” teriak Mei Ling. 

“Diam!” bentak Wang Ming dan langsung menampar mulut Mei Ling. 

“Ampun, Ampun Yang Mulia. Hamba dijebak! Ampun.” 

“Kau sungguh-sungguh tidak tahu malu Selir Mei Ling. Mau ditaruh mana wajah Raja Wang Ming di hadapan para tamu undangan, hah!” bentak Ibu Suri Rong Yue. 

“Wanita memalukan!” bisik-bisik para tamu undangan. 

“Yang Mulia. Kami sungguh tidak menyangka. Selir Utama Kerajaan Langit berani selingkuh di siang hari,”  cibir salah satu tamu undangan dari wilayah Timur. 

Wang Ming yang sudah kehilangan muka langsung pergi begitu saja.

Pangeran Wang Dong yang memperhatikan dari jauh hanya bisa mencibir marah.

"Bodoh! Begitu saja tidak becus! Sungguh bodoh!" makinya gusar.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 53 Pembelaan Diri Sang Ratu

    "Ampun Yang Mulia Baginda Raja, benar itu kotak hadiah yang diberikan pada Hamba, tapi bukan milik Hamba. Hamba hanya menerima kotak hadiah itu sebelumnya dari Selir Mei Ling sendiri, tapi karena bagi Hamba itu terlalu bagus dan mencolok maka Hamba kembalikan lagi. Saat pelayan Hamba kembalikan disuruh letakkan kotak itu di kamar Bibi Fong saja," jawab Li Jing cepat. Bibi Fong yang mulai sadar dari pengaruh serbuk hilang kendali membela diri. "Ampun Yang Mulia, Hamba tidak tahu! Hamba difitnah! Saat hamba bangun dari istirahat siang kotak itu sudah ada di dipan Hamba," jawab Bibi Fong meminta keadilan pada Raja Wang Ming. "Lancang kau Bibu Fong! kau ambil kotak hadiah Ratu! Apakah Selir ini tidak pernah ajarkan tata krama istana? Beraninya kau hanya pelayan rendahan malah berebut kotak hadiah dengan Ratu Li Jing." "Ampun Yang Mulia, hamba pastikan pelayan hamba ini mendapatkan hukuman di kediaman Hamba," mohon Mei Ling yang langsung menjawab dan memarahi pelayannya di depan Raja da

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 52 Tuduhan Telak Pada Ratu

    "Pelayan! Pisahkan mereka dan tahan mereka! jangan biarkan mereka saling tampar dan pukul lagi!" bentak Wang Ming. Li Jing ada di dekat pintu masuk memperhatikan semua dalam diam. Li Jing merasa Raja sudah turun tangan, maka dia akan menonton saja. "Tabib Feng periksa mereka berdua, apa yang sebabkan mereka seperti orang gangguan mental seperti itu!" titah Wang Ming. "Tuan San! Apa penjelasanmu?" tanya Wang Ming pada ketua departemen Ritus dan Astronomi istana bisa dikatakan ahli nujum istana. "Ampun Yang Mulia Baginda Raja, setelah saya lihat, ada banyak energi gelap di ruangan ini dan di sebelah sana, seakan ada benda yang tidak kita inginkan ada di sini. Seperti sihir dari wilayah Timur Yang Mulia. Tepatnya sihir kuno dari kaum mistis di Lembah Darah Kuno!" jawab Tuan San ketua departemen Ritus dan ahli Astronomi istana. "Apa! Ilmu sihir itu tidak pernah terdengar lagi! Bagaimana bisa masuk ke istana dalam! Ada kata-kata di Istana dalam," seru tabib Feng dan beberapa orang per

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 51 Tingkah Aneh Di Paviliun Anggrek

    Sore itu di Paviliun Anggrek, tepatnya di sebelah bangunan induk, tempat para pelayan senior dan pelayan kediaman Paviliun Anggrek istirahat. Terlihat seorang pelayan senior yang biasanya semena-mena pada pelayan lainnya merasa dia adalah yang paling lama, paling senior dan telah menjadi kepercayaan Selir Utama Mei Ling selama bertahun-tahun lamanya, sedang merapikan tempat tidurnya karena sudah sore dan dia akan segera melaksanakan tugasnya untuk membawa camilan dan teh seduhan untuk Selir Mei Ling seperti kebiasaan sehari-harinya. "Loh, kok ada kotak kayu dengan ukiran bagus dan unik ya? Dari mana ini datangnya? Oh mungkin bonus aku ya? biasanya ada bonus buat aku setelah aku berhasil melakukan tugasku.""Aduh bagusnya? Apakah isinya?" gumam Bibi Fong dengan mata berbinar. Dengan perlahan Bibi Fong mulai membuka tutup kotak kayu itu, "Wah... bagus sekali, barang bagus dan mahal pasti dari upeti salah satu wilayah yang biasa berikan upeti. Gelang dan kalung ini satu set. Indahn

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 50 Siasat Pintar Li Jing

    Li Jing terdiam menatap kotak kayu ukiran antik yang diberikan Mei Ling pada Li Jing. "Xing, coba kau panggil tabib Feng ke sini," titah Li Jing mengejutkan Xiao Xing. "Yang Mulia, apakah Yang mulia sedang tidak enak badan?" tanya Xiao Xing polos membuat Li Jing menjentikkan jarinya pelan ke dahi Xiao Xing. "Agh, ampun Yang Mulia," mohon Xiao Xing langsung berlutut. "Sudah, sudah, kau itu memang sangat polos. Hati-hati kalo ada orang yang memanfaatkan kepolosanmu ini. Sudah sana kau panggil Tabib Feng kesini tanpa siapapun yang tahu," perintah Li Jing kembali pada Xiao Xing. Xiao Xing langsung ke balai Kesehatan dan pengobatan tempat Tabib Feng berada, dengan menjaga langkahnya supaya dia tidak diketahui oleh siapa pun. "Tuan, tolong segera ke kediaman Ratu," mohon Xiao Xing mengejutkan Tabib Feng. Tabib yang dulu pernah ditolong oleh Jenderal Lie Hyun saat mengobati para pasukan yang terluka di perbatasan."Ayo, kita ke sana segera," jawab Tabib Feng mengikuti langkah Xiao Xing de

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 49 Rencana Terbaru Ibu Suri Dan Mei Ling

    Selir Mei Ling telah tiba di depan kediaman Sutra, dimana Ibu Suri Rong Yue dihukum kurung oleh Raja Wang Ming. Pintu itu segera di buka dari dalam dan segera Mei Ling dan pelayan pribadinya masuk. "Salam Yang Mulia Ibu Suri," salam Mei Ling yang disambut dengan lemparan cangkir porselen hijau giok di bawah kaki Mei Ling. Pyaarrrr!Selir Utama Mei Ling langsung berlutut. "Ampun Yang Mulia Ibu Suri, tenang," ucap Mei Ling dengan tubuh yang sudah gemetar. "Berani melawan titah Ibu Suri ini, Selir Utama kesayangan Baginda Raja hmmm?" sindir Ibu Suri. "Kau tahu apa salahmu?" lanjut Ibu Suri. "Hamba tidak berani," jawab Mei Ling cepat dengan posisi masih berlutut. "Ibu Suri ini tahu jika kau kemari itu memang melanggar titah Raja, tapi kau aku undang untuk membantu Ibu Suri ini beberes kemarin, namun mengapa tidak muncul? Apakah Selir Utama Mei Ling akan cuci tangan setelah kejadian kemarin?" sindir Ibu Suri lagi pada Mei Ling. "Hamba, Hamba, kemarin terpaksa mengikuti Pangeran Su

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 48 Informasi Terbaru

    "Ling'er, maafkan Pangeran ini yang tadi kasar padamu. Tapi ... Pengeran ini memang terlalu cemburu dan rindu padamu. Jadi... maafkan Pangeran ini," ucap Wang Dong pada Selir Mei Ling yang sudah bersiap membuka pintu bangunan sepi di belakang istana Langit tersebut. "Hamba, undur diri, Yang Mulia," jawab Selir Mei Ling cepat diikuti salam dan hormat dari pelayan setia Selir Mei Ling yang sudah menyusul langkah nyonyanya meninggalkan bangunan sepi itu. "Nyonya, apakah Nyonya tidak apa-apa?" "Tidak apa-apa, ayo kita kembali ke paviliun Anggrek saja. Kita ke kediaman Sutra diam-diam, esok hari saja, hari ini mungkin penjagaan akan sangat ketat," ajak Selir Mei Ling pada pelayan barunya karena pelayan lamanya telah dihukum mati oleh Raja Wang Ming beberapa saat lalu. "Rahasiakan apapun yang terjadi hari ini, jika bocor nyawa kamu dan semua keluargamu sembilan turunan akan mati!" tegas Selir Mei Ling memperingatkan keras pelayan barunya. "Ba-baik, Nyonya," jawab pelayan baru itu

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 6 Kecurigaan Raja

    “Pelayan, ada apa di luar ribut sekali?” Terdengar suara Li Jing dari dalam ruangan kamarnya. “Yang Mulia…” Xiao Xing langsung membuka pintu kamar Li Jing diikuti oleh Raja Wang Ming. “Yang Mulia, Baginda Raja mencari Yang Mulia,” jawab Xiao Xing pada Li Jing dengan tatapan yang sangat lega. “

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 5 Dekrit Raja

    “Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 3 Racun di Cawan Anggur

    Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 2 Nasib Sang Ratu

    “Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status