LOGIN"Juara Kedua adalah Kerajaan Langit. Juara pertama kali ini adalah Kerajaan Angin!" seru pembawa acara yang langsung disambut tepuk tangan yang sangat meriah oleh semua tamu undangan. Li Jing dan Raja Wang Ming terkejut akan hasil yang diluar dugaan. "Yang Mulia Baginda Raja, kini kami telah membuktikan bahwa kami berhak untuk diperhitungkan." "Seperti yang telah disepakati oleh Raja Terdahulu, jika ada peserta lomba dari acara persahabatan ini, maka kami juga berhak masuk dalam daftar para pengelola Jalur perdagangan Selatan. Jadi, kami berikan tantangan baru, di kegiatan lomba berikutnya, jika kami menang maka Ratu Li Jing Ratu Kerajaan Langit beserta para Selir akan kami bawa ke Kerajaan Angin di tambah jalur perdagangan Selatan." "Lancang! Perdana Menteri Pong, apakah taruhan Anda kali ini tidak terlalu berlebihan! Kerajaan Angin kekurangan wanitakah, hingga ingin merebut Ratu Kerajaan Langit dan Para Selir dan yang tidak masuk akal adalah jalur perdagangan Selatan, jal
Selir Mei Ling menatap tajam ke Ratu Li Jing. Kukunya mengerat meja di depannya. "Kau harus aku permalukan hari ini. Kau telah membuat aku mendapatkan hinaan dan tekanan dari mereka lagi!" geram Mei Ling dari tempat Mei Ling duduk. "Kegiatan yang dilombakan hari ini adalah lomba menulis kaligrafi. Puisi indah yang ditulis dengan gaya yang menarik akan diberikan nilai lebih." Pengumuman kegiatan dan aturan kegiatan yang dilombakan pun dibacakan sedetail mungkin. Raja Wang Ming mendengarkan dan mengawasi ke sekeliling taman itu dari singgasananya yang lumayan tinggi. Ibu Suri Rong Yue menatap tajam ke Pangeran Wang Dong dan Selir Utama Mei Ling yang duduk bersebrangan dan berhadapan. Li Jing juga kembali menatap Mei Ling dan Pangeran Wang Dong bergantian. "Aneh, mengapa aku baru menyadari, sejak di kehidupan lamaku hingga sekarang di kehidupan baruku, ternyata kedua orang ini selalu begini. Duduk bersebrangan dan saling berhadapan. Dimana ada Mei Ling di sana ada Pangeran Wang D
Xiao Xing segera meninggalkan tempat kediaman Li Jing. Dia menyiapkan air panas untuk mandi kedua junjungannya. Dengan langkah riang dan semangat Xiao Xing melaksanakan tugasnya. Wang Ming benar-benar tidak melepaskan Li Jing hingga malam tiba. "Yang Mulia, hari ini Yang Mulia tidak seperti biasanya. Mengapa tiba-tiba ke tempat Hamba dan meminta Hamba melayani Yang Mulia hingga malam begini." "Ratu ku, kau menyalahkan suami mu sendiri yang minta dilayani seharian?" goda Wang Ming yang masih saja mengungkung tubuh molek Li Jing yang masih tertutup selimut saja. Wang Ming makin menggoda Li Jing dengan berbisik lembut di telinga Li Jing yang kembali membuat Li Jing meremang. Tangannya yang kokoh dan kuat masih enggan melepaskan Li Jing begitu saja. Wang Ming masih saja meraba dan bermain di titik terdalam hingga membuat Li Jing kembali mendesah. Li Jing hari itu tak berdaya, pikiran dan hatinya kacau. "Apa yang salah pada Raja sialan ini! Dia benar-benar tidak melepaskan aku sama se
Teriakan demi teriakan yang menuntut keadilan di saat itu membuat Raja Wang Ming benar-benar murka. "Cukup!" "Kita tunda kegiatan kita hari ini. Kegiatan akan kita mulai besok, setelah kami adakan interogasi pada para penyelenggara lomba ini! Mohon para tamu sekalian, mengizinkan kami untuk menyelesaikan urusan kami terlebih dahulu!" tegas Raja Wang Ming. Gemeletuk giginya terdengar bagaikan gesekan logam. Semua tamu undangan di ajak ke meja perjamuan terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka kembali ke tempat masing-masing. "Cih, makanan ini kenapa jadi tidak seenak waktu kita datang pertama ke sini tiga bulan lalu ya?" tanya seorang tamu pada rekannya, mereka adalah tamu dari wilayah Timur. "Benar, apakah koki istana sudah ganti orang? Masakan ini sangat hambar." "Benar, masakan ini amis dan hambar. Apakah mereka seburuk ini? Apakah mereka sengaja menyajikan masakan asal-asalan seperti ini pada kita semua?" provokasi tamu dari wilayah Kerajaan Angin begitu vocal. "Sudah ki
Pagi itu terlihat Selir Mei Ling di panggil ke kediaman Ibu Suri Rong Yue. "Salam Yang Mulia Ibu Suri," salam Mei Ling pada Rong Yue. "Bangunlah," jawab Ibu Suri Rong Yue yang duduk sambil meminum teh yang baru saja diseduhkan oleh Bibi An. "Selir Mei Ling, apakah aku sangat memanjakan kamu? Kau lupa siapa penguasa istana dalam ini hah!" bentak Ibu Suri sambil melemparkan cangkir teh di kaki Mei Ling. Mei Ling langsung tersungkur dan memohon ampun pada Ibu Suri. "Ampun Yang Mulia Ibu Suri, Hamba terlalu emosi," jawab terbata Mei Ling dengan wajah yang sudah tak lagi berani menatap ke arah Ibu Suri. "Oh, jadi kau sudah tahu kesalahan yang kau perbuat?""Semalam, hampir saja beberapa tamu dan mata-mata Li Jing menemukan kesalahan besarmu!" geram Ibu Suri. "Aku sudah peringatkan kau untuk tidak gegabah! Kau itu cantik tapi ceroboh! Kau selalu mudah terpancing emosi dan membuka rahasiamu sendiri! Bodoh! Kini Ratu Li Jing lebih waspada padamu! Ratu Li Jing hanya menunggu kau berbuat
Li Jing di dalam jadi terkejut, ketika tengah malam Selir Yen datang ke kediamannya. "Xiao Xing, ajak masuk Selir Yen kemari.""Selir Yen, silakan masuk." Selir Yen yang masih sembab, jatuh tersungkur di kaki Li Jing. "Ampun Yang Mulia Ratu, Hamba tengah malam menghadap Yang Mulia," salam Selir Yen"Ada apa, kenapa mata kamu sembab begitu?""Ampun Yang Mulia Ratu, Hamba mengaku bersalah dan berbohong pada Ratu selama ini," ucap Selir Yen mantap. "Bohong? Bohong apa?""Hamba sebenarnya disuruh Selir Mei Ling untuk mempermalukan Ratu di acara kegiatan lomba tadi. Hamba disuruh menyabotase bahan milik Hamba sendiri dan Selir Kim, supaya Kerajaan Langit kalah. Nama Ratu akan dihina dan dipermalukan, karena Ratu secara khusus sudah melatih dan memanggilkan Guru Besar Nim secara khusus." Ekspresi Li Ing tidak terkejut sama sekali, bahkan terlihat sangat santai. Seakan dia sudah tahu semuanya. Membuat Selir Yen merasa aneh dan bertanya-tanya dalam hatinya. "Apakah Ratu sudah tahu dari
“Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji
“Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun
Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka
Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,







