Beranda / Fantasi / TAKDIR KEDUA SANG RATU / Bab 35 Raja Merasa Malu

Share

Bab 35 Raja Merasa Malu

Penulis: Purplelove77
last update Tanggal publikasi: 2026-07-01 11:23:55

Teriakan demi teriakan yang menuntut keadilan di saat itu membuat Raja Wang Ming benar-benar murka.

"Cukup!"

"Kita tunda kegiatan kita hari ini. Kegiatan akan kita mulai besok, setelah kami adakan interogasi pada para penyelenggara lomba ini! Mohon para tamu sekalian, mengizinkan kami untuk menyelesaikan urusan kami terlebih dahulu!" tegas Raja Wang Ming. Gemeletuk giginya terdengar bagaikan gesekan logam.

Semua tamu undangan di ajak ke meja perjamuan terlebih dahulu sebelum akhirnya merek
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 35 Raja Merasa Malu

    Teriakan demi teriakan yang menuntut keadilan di saat itu membuat Raja Wang Ming benar-benar murka. "Cukup!" "Kita tunda kegiatan kita hari ini. Kegiatan akan kita mulai besok, setelah kami adakan interogasi pada para penyelenggara lomba ini! Mohon para tamu sekalian, mengizinkan kami untuk menyelesaikan urusan kami terlebih dahulu!" tegas Raja Wang Ming. Gemeletuk giginya terdengar bagaikan gesekan logam. Semua tamu undangan di ajak ke meja perjamuan terlebih dahulu sebelum akhirnya mereka kembali ke tempat masing-masing. "Cih, makanan ini kenapa jadi tidak seenak waktu kita datang pertama ke sini tiga bulan lalu ya?" tanya seorang tamu pada rekannya, mereka adalah tamu dari wilayah Timur. "Benar, apakah koki istana sudah ganti orang? Masakan ini sangat hambar." "Benar, masakan ini amis dan hambar. Apakah mereka seburuk ini? Apakah mereka sengaja menyajikan masakan asal-asalan seperti ini pada kita semua?" provokasi tamu dari wilayah Kerajaan Angin begitu vocal. "Sudah ki

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 34 Sabotase Kedua

    Pagi itu terlihat Selir Mei Ling di panggil ke kediaman Ibu Suri Rong Yue. "Salam Yang Mulia Ibu Suri," salam Mei Ling pada Rong Yue. "Bangunlah," jawab Ibu Suri Rong Yue yang duduk sambil meminum teh yang baru saja diseduhkan oleh Bibi An. "Selir Mei Ling, apakah aku sangat memanjakan kamu? Kau lupa siapa penguasa istana dalam ini hah!" bentak Ibu Suri sambil melemparkan cangkir teh di kaki Mei Ling. Mei Ling langsung tersungkur dan memohon ampun pada Ibu Suri. "Ampun Yang Mulia Ibu Suri, Hamba terlalu emosi," jawab terbata Mei Ling dengan wajah yang sudah tak lagi berani menatap ke arah Ibu Suri. "Oh, jadi kau sudah tahu kesalahan yang kau perbuat?""Semalam, hampir saja beberapa tamu dan mata-mata Li Jing menemukan kesalahan besarmu!" geram Ibu Suri. "Aku sudah peringatkan kau untuk tidak gegabah! Kau itu cantik tapi ceroboh! Kau selalu mudah terpancing emosi dan membuka rahasiamu sendiri! Bodoh! Kini Ratu Li Jing lebih waspada padamu! Ratu Li Jing hanya menunggu kau berbuat

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 33 Pengakuan Selir Yen

    Li Jing di dalam jadi terkejut, ketika tengah malam Selir Yen datang ke kediamannya. "Xiao Xing, ajak masuk Selir Yen kemari.""Selir Yen, silakan masuk." Selir Yen yang masih sembab, jatuh tersungkur di kaki Li Jing. "Ampun Yang Mulia Ratu, Hamba tengah malam menghadap Yang Mulia," salam Selir Yen"Ada apa, kenapa mata kamu sembab begitu?""Ampun Yang Mulia Ratu, Hamba mengaku bersalah dan berbohong pada Ratu selama ini," ucap Selir Yen mantap. "Bohong? Bohong apa?""Hamba sebenarnya disuruh Selir Mei Ling untuk mempermalukan Ratu di acara kegiatan lomba tadi. Hamba disuruh menyabotase bahan milik Hamba sendiri dan Selir Kim, supaya Kerajaan Langit kalah. Nama Ratu akan dihina dan dipermalukan, karena Ratu secara khusus sudah melatih dan memanggilkan Guru Besar Nim secara khusus." Ekspresi Li Ing tidak terkejut sama sekali, bahkan terlihat sangat santai. Seakan dia sudah tahu semuanya. Membuat Selir Yen merasa aneh dan bertanya-tanya dalam hatinya. "Apakah Ratu sudah tahu dari

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 31 Pengumuman Hasil Yang Mengejutkan

    Waktu terus berjalan hingga dupa itu mulai hampir ke pangkalnya dan habis. "Selesai!" teriak seorang pembawa acara saat itu dengan suara lantang. "Kumpulkan semua hasil yang kalian punya di hadapan para Guru Besar yang telah dipilih secara cermat oleh tim acara.""Aduh, bagaimana ini? Sulaman aku hanya jadi bentuk ikan koi warna merah saja?" gumam Selir Yen yang di dengar oleh Selir Kim. "Selir Yen masih bagus, nah aku, cuma bisa buat sulaman kuda perang yang biasa ditunggangi kakek aku dulu," seru Selir Kim penuh kekecewaan. Li Jing di tempatnya dia duduk memperhatikan kedua Selir Rajanya. Kemudian netranya kembali memperhatikan sikap dan gelagat Mei Ling yang memamerkan hasil sulamannya kepada Raja Wang Ming. Namun, Raja Wang Ming hanya pura-pura tidak melihat saja. Mei Ling yang kembali merasa diabaikan oleh Wang Ming akhir-akhir ini hanya bisa cemberut dan menghentakkan kakinya beberapa kali di tempatnya berdiri. Pangeran Sulung Wang Dong, yang mengambil tempat duduk di dep

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 32 Pengorbanan Pelayan setia

    "Juara Ketiga adalah sulaman ikan koi merah dari Kerajaan Langit, sulaman dari Selir Yen." Plok! Plok! Plok! "Hebat, dua pemenangnya hari ini dari tuan rumah, padahal bahan mereka ada yang sabotase," bisik-bisik para tamu undangan. Hari itu, Selir Yen dan Selir Kim secara tak langsung telah mempromosikan bagaimana para Selir Kerajaan Langit yang mereka biat taruhan adalah wanita-wanita hebat yang tak mudah dikalahkan dan dipermainkan begitu saja. "Baiklah, kegiatan kita hari ini sampai disini dulu, aku sudah lelah," ucap Wang Ming pada semua tamu undangan. "Baik, Baginda Raja Wang Ming, sehat selalu dan hidup bahagia selamanya," seru semua tamu undangan di tempat itu menghantarkan Wnag Ming yang sudah meninggalkan tempat itu. Li Jing menghampiri Selir Yen dan Selir Kim dengan bangga. "Terima kasih atas kerja keras kalian hari ini. Pelayan berikan hadiahnya!" "Yang Mulia, kami hanya menjalankan apa yang Yang Mulia ajarkan pada kami. Terima kadihbtelah membela kami tadi," ucap

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 30 Bahan Yang Di Sabotase

    A Xiong langsung meninggalkan tempat itu. Membiarkan si penguping dan mata-mata itu kembali pada Tuannya. "Chin, kau ikuti bayangan itu! Cari tahu siapa yuan mereka dan siapa dalang yang kurang kerjaan itu, laporkan segera padaku!" perintah A Xiong pada tangan kanannya Chin An. Chin An adalah pengikut setia A Xiong sejak muda. Dulu dia pernah diselamatkan A Xiong saat keluarganya dibunuh oleh para pembunuh bayaran yang hingga saat ini juga belum diketahui siapa mereka. Sehingga Chin An mengikuti A Xiong supaya dia bisa menyelidiki juga kasus kematian orang tuanya dulu. Bayangan itu lari sangat cepat. Tapi Chin An tidak menyerah, dia mengimbangi si bayangan tersebut. Di Kediaman Ratu Li Jing, Xiao Xing menyiapkan makan malam untuk Li Jing. "Lapor, Yang Mulia Ratu," A Xiong sudah tiba dan langsung menghadap Li Jing. "Katakan!" "Guru Besar Nim sudah kami amankan. Kami tempatkan di salah satu rumah milik Yang Mulia, sesuai dengan Yang Mulia perintahkan pada Hamba," jawab A Xiong.

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 5 Dekrit Raja

    “Pelayan! Tuliskan titahku!”“Selir Utama Mei Ling tidak tahu sopan santun, mempermalukan Kerajaan Langit, dan telah melakukan perbuatan terhina, dicabut gelarnya menjadi Pelayan Kamar dan dikurung di Paviliun terbengkalai. Selama tidak ada titah dariku, tidak ada yang boleh berkunjung atau pun

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU   Bab 4 Jebakan Yang Menjadi Bumerang

    Tanpa ragu, Li Jing menegak cawan berisi anggur tadi dihadapan Raja Wang Ming, Ibu Suri dan semua para tamu undangan. Saat duduk kembali, Li Jing pura-pura merasa pusing dan gerah. “Yang Mulia, Anda kenapa?” suara Xiao Xing terdengar panik. “Oh, Yang Mulia Permaisuri, sepertinya terlalu lelah ka

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 3 Racun di Cawan Anggur

    Xiao Xing, kembali dengan langkah cepat.“Yang Mulia, ini penawar racun yang Anda minta,” ucap Xiao Xing pada Li Jing. “Bagus. Apakah ada yang tahu kau membeli penawar racun ini?” Tanya Li Jing sambil memutar guci kecil berwarna hijau muda di tangannya. Matanya yang berwarna ungu amethist-nya,

  • TAKDIR KEDUA SANG RATU    Bab 2 Nasib Sang Ratu

    “Aaarrggghhh! Mei Ling, aku ini Permaisuri Kerajaan Langit. Berani-beraninya kau mencambukku seperti ini. Apa kau tidak takut langit menghukummu?” Ctaaarrr! Ctaaarrr! Suara tongkat cambuk besar memekakkan gendang telinga semua orang di halaman depan Paviliun Terbengkalai. Mei Ling mengejek Li Ji

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status