Share

Bab 75

Author: Farid-ha
last update publish date: 2024-05-31 23:29:32
Di cafe NDolita, ditemani oleh Mbak Mayang aku bertemu dengan orang yang kita sewa untuk menyelidiki kasus ini.

“Assalamualaikum, Mir. Apa kabar?” Laki-laki itu menjatuhkan bobot tubuhnya setelah melihat aku menangkupkan kedua tangan ke arahnya.

“Waalaikummussallam, Bapak Armando. Alhamdulillah k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Paijo 280
lanjutan nya mana kok dah habis sebelum waktunya
goodnovel comment avatar
Siti Hasanah
permasalahan Amira mbulet itu itu aja dgn orang yg itu itu jg,yg orang orangnya bebal semua...kapan penyelesainnya....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 173

    “Ini tempatnya, Mbak?” Tama menatap perempuan yang merupakan tetangga kontrakan Lilik tersebut dengan kening mengkerut. “Iya, ini, Mas. Beberapa hari yang lalu juga ada yang mencari Mbak Lilik. Perempuan. Bahkan dia menitipkan sesuatu untuk Zidane.” Tama terdiam, tapi otaknya berpikir menerka-nerk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 172

    Amira terdiam, menunggu jawaban Tama. Sebenarnya dia sendiri ragu, tidak yakin dengan idenya ini. Tapi, Amira merasa perlu melakukan itu demi kebaikan Zidane. [Jangan memintaku yang tidak-tidak, Mir! Mustahil aku kembali dengan Lilik. Itu tidak mungkin terjadi.] Tama mengirimkan pesan balasan pada

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 171

    “Lilik?” Samar, Amira memanggil wanita yang sedang menuntun bocah cilik sambil menenteng tas yang terlihat berisi dagangan. “Pak tolong berhenti sebentar.” Amira meminta kepada sopir taksi. “Tapi argonya tetap jalan, ya, Mbak.” Sopir mengingatkan. “Nggak masalah, Pak. Nanti saya lebihkan untuk

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 170

    “Kapan acara lamarannya, De?” tanya Fikri di negeri seberang sana. Amira baru saja menceritakan niat baik Reza yang ingin melamarnya kepada Fikri. “Rencananya empat hari lagi, Bang. Abang sekarang sudah merestui ‘kan?” tanya Amira yang belum begitu yakin sepenuhnya terhadap restu Fikri. “Insya

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 169

    “Terima kasih banyak, ya, Mas. Maaf nggak bisa menyuruh mampir. Ini susah sangat malam.” Amira menghampiri pria yang berada di balik kemudi bulat setelah memarkirkan motornya di depan rumah. “Memang seharusnya aku tidak mampir, De. Kalau mampir nanti bahaya,” kelakar laki-laki di balik kemudi yang

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 168

    “Mau sampai kapan kamu diam di situ, Lilik? Mau sampai kapan kamu membiarkan Zidane mengacak-acak permainannya? Cepat bereskan rumah ini! Aku muak melihat kamu yang seperti ini terus! Sudah berapa kali aku bilang? Jangan biarkan anakmu mengacak-acak ruang tamu atau ruang tengah dengan permainannya i

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 103

    “Ibu yakin dia simpanan Pak Hamdan?” Amira masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Bu Sukma. Jauh di lubuk hatinya ia mengingkari berita itu. "Kenapa, kamu nggak percaya, ya, Mir?” Bu Sukma melemparkan pandangan ke arah Amira yang terlihat memasang wajah tak percaya. Amira mengangguk. Bu

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 101

    “Bondan Kenapa nomornya Marugul tidak aktif? Tidak sengaja dimatikan, kan? Bagaimana hasil tangkapannya? Kenapa sampai jam segini belum juga kalian setorkan ke saya?” tanya seseorang di seberang sana dengan memburu. Bondan yang baru turun dari motor hanya bisa menelan ludah dengan payah. Dengan l

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 98

    Motor yang memotong jalan Amira, sukses membuat Amira mengerem kendaraannya secara mendadak. Dengan degup jantung yang bertalu-talu, Amira mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling. Enam pasang mata menatapnya tajam, senyum smirk terbit dari bibir para laki-laki yang sedang mengelilinginya. Entah

  • TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU   Bab 97

    POV 3 “Seingat Ibu, dulu Ibu selalu baik dengan Amira. Ibu juga tidak pernah mencari masalah dengan mantan istri pertama itu. Orang-orang itu ngawur, asal bicara seolah-olah ibu ini jahat pada Amira. Padahal, tidak. Kalaupun Ibu marah sesekali sama dia, itu wajarlah. Itu gara-gara istrimu yang memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status