Share

Bab 83. Aku Rindu

Penulis: weni3
last update Tanggal publikasi: 2026-07-19 09:27:21

"Nanti gue pikirin dulu. Gue ada gawe, ada pekerjaan lain juga, nggak bisa seenaknya gue ambil job."

"Tanya dulu sama Nyonya. Kalau ini menurut gue nggak akan ganggu kerjaan nyopir."

"Tetap aja, gue nggak bisa sembarangan terima job," jawab Bejo dengan pendiriannya. Apabila memang boleh oleh Mila, dia akan ambil, tapi kalau tidak ya tidak akan.

Apalagi ini berkaitan dengan wanita lain yang tentunya akan ada hubungan lebih lanjut. Bukan perkara mudah kalau hubungannya dengan seorang wan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Yus Lina
lanjutan kan cerita yang pajang dan bagus lagi
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 86. Kolam Renang

    Mila tersenyum memandangnya dan itu menjadi pemandangan yang mungkin kelak akan dia rindukan. Bejo sendiri tidak yakin akan tetap ada terus di samping wanita itu. Tidak ada yang tau bagaimana kedepannya nanti. Untuk saat ini mereka hanya bisa menjalani tanpa rencana apapun. Senyum Mila pun merupakan jawaban dari hati wanita itu. Hanya saja Bejo tidak ingin membahasnya lagi demi kenyamanan wanita itu. Yang terpenting dia sudah tau kalau hadirnya diterima baik oleh Mila. "Yang tadi, di sana itu, orang yang berarti bagi Nyonya?" tanya Bejo dengan suara lirih dan agak ragu untuk menanyakan itu. "Ya, dia orang baik tapi nasibnya tidak baik." Mila kemudian melihat jauh ke depan. Wanita itu kembali tersenyum tetapi kali ini bukan senyum yang membahagiakan tetapi senyuman yang menyimpan banyak luka. "Jangan diteruskan kalau itu bisa melukai Nyonya kembali!" "Aku selalu mendoakannya, Jo. Dia hadir sebelum aku bersama Mas Saka. Dia orang yang pernah sangat aku sayang dan sampa

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 85. Baper

    Bejo tidak mengatakan apa-apa. Dia diam memeluk Mila dan tidak juga menghiraukan Bibi yang sejak tadi mencolek, mencubit, sampai menarik pakaiannya. Bejo kali ini tidak perduli apapun karena yang dia tau, Mila saat ini sedang sangat membutuhkan tempat ternyaman untuk melepaskan beban yang datang dari orang yang seharusnya paling menyayangi wanita itu. "Maaf kalau kamu juga harus kena amukan Ibu tadi. Maaf ya, Jo. Ibu memang seperti itu." Mila mendongak menatap wajahnya yang kini tersenyum dengan mengukir senyum. Kedua tangannya pun masih memegang kedua lengan Mila dan memperhatikan air mata yang kembali terjatuh. "Jangan dipikirkan, Nyonya! Saya mah udah biasa kalau hanya dihina seperti itu. Lagian nggak ada yang salah karena memang saya hanya sopir." "Tapi Ibu sangat meremehkan kamu, Jo. Aku juga malu karena sikap Ibuku sangat buruk." Mila menundukkan kepalanya dengan tangan yang mengusap air mata. Bibi yang tadi sibuk menariknya dan menyadarkannya pun ikut iba melihat

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 84. Mati Aja!

    "Bu ini sopir aku. Dia itu tinggal di sini. Jangan seperti ini, Bu! Lepas!" Mila meraih tangan Ibu dan menariknya agar melepas tubuh Bejo. Ibu benar-benar tidak terkendali sampai seperti ini. Mila sangat terlihat tidak suka dengan sikap Ibu yang demikian. Bejo sendiri sampai tidak percaya kalau beliau itu adalah orang tua dari Mila. Apa lagi sangat jauh sekali dari Mila yang kalem ini. Kalau ada buah jatuh tak jauh dari pohonnya, Mila itu buah yang belum sampai jatuh sudah dipetik sama orang. "Apa? Jadi ini sopir kamu? Kenapa kalian terlihat sangat dekat? Kamu jangan kurang ajar sama Saka ya, Mila! Jangan sampai karena Saka sibuk terus kamu ada main sama orang ini! Ingat! Dia itu hanya sopir! Babu! Bawahan kamu! Bukan orang yang penting! Nggak ada uangnya! Maka dari itu jangan kamu gelap mata hanya karena melihat ketampanannya saja! Ngerti kamu!" "Bu!" sentak Mila tak terima. Sementara Bejo hanya menyeringai mendengar semua yang keluar dari mulut beliau. Bejo pun sama se

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 83. Aku Rindu

    "Nanti gue pikirin dulu. Gue ada gawe, ada pekerjaan lain juga, nggak bisa seenaknya gue ambil job." "Tanya dulu sama Nyonya. Kalau ini menurut gue nggak akan ganggu kerjaan nyopir." "Tetap aja, gue nggak bisa sembarangan terima job," jawab Bejo dengan pendiriannya. Apabila memang boleh oleh Mila, dia akan ambil, tapi kalau tidak ya tidak akan. Apalagi ini berkaitan dengan wanita lain yang tentunya akan ada hubungan lebih lanjut. Bukan perkara mudah kalau hubungannya dengan seorang wanita. Mereka makhluk sensitif yang kapan saja bisa ngamuk. "Gue denger sich adeknya calon kakak ipar kuliah di sini, tapi gue nggak tau siapa. Kalau tau mah udah gue tanyain adeknya. Gue yakin tuh orang taulah kalau emang bener adeknya calon ipar gue. Cuma gue nggak tau orangnya. Kakak gue juga nggak tau." "Bagaimana sih lo, Do?" sahut Didi dan Edo mengedikkan kedua pundak. "Belum ada janur kuning melengkung mah kata gue juga tuh cewek masih bebas milih mana yang bagus. Kakak loe yang udah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 82. Kesal Atau Gemas?

    Mila mengusap lehernya yang Bejo singgung tadi. Dari aura yang terpampang, Mila terlihat tidak suka akan itu. "Padahal sudah aku tutupi," keluh Mila dengan bibir yang kemudian mencebik. "Bukankah akan sangat membanggakan jika ada itunya, Nyonya? Wanita akan sangat bahagia kala bisa menunjukkan bagaimana hasil dari suaminya." "Nggak juga, nggak semua wanita begitu, Jo!" Bejo menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban dari Mila dan kembali melirik wanita itu dari kaca. "Nggak usah lihat-lihat, Jo!" "Nggak lihat, Nyonya. Hanya memandangmu, walau selalu.... " Mila kembali berdecak mendengar suaranya kemudian menggelengkan kepalanya. Memang Mila itu langka. Cewek-cewek di luar sana berbondong-bondong bersorak menyukai suaranya tetapi Mila B aja. Tak ada lagi obrolan di antara mereka sampai mobil berhenti di depan toko roti besar milik bu bos tetapi Mila tidak langsung bersiap turun dari sana. Padahal biasanya akan sangat sibuk dengan barang-barang bawaannya

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 81. Menyentuh

    "Anjirlah! Pisang Ambon loe bisa berdiri begitu, kalau gue udah kayak nggak dikasih air setahun, lemes." Otak Bejo begitu sangat berisik sekali saat melihat bentukan yang menonjol di balik celana Saka. Bukan apa, hal itu tentu saja sangat menggelikan baginya. Bejo bergerak mendekati telinga Mila yang terlihat tak kuasa menyikapi ini semua. Kedua tangan Mila masih terkepal kuat, kedua mata memerah dan nafas mulai tak beraturan. Antara mau tapi merasa terhina. Mungkin itu yang Mila rasakan saat ini. "Tarik nafas, Nyonya! Ingat, ini tidak akan berlanjut," bisiknya kemudian menarik diri dan menoleh pada Saka. "Sudah Tuan, seperti itu caranya. Saya harap Tuan mengerti." Bejo melepaskan dada Mila yang begitu sangat menggoda tetapi sebisa mungkin dia untuk menahan. Dia melihat wajah Mila sudah memerah. Memang remasan ini bukan remasan sembarangan tetapi remasan yang sangat melenakan. Mila hampir-hampir lupa jika sedang dipermainkan. Kedua mata Mila sudah sayu-sayu meminta un

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 02. Tepat Di Titik Sensitifnya

    "Mulai malam ini kalian harus bisa terbiasa bersama!" "Apa maksudmu, Mas?" tanya Mila dengan suara lirih tetapi penuh penekanan dan Bejo hanya menundukkan kepala melihat ekspresi dari Nyonyanya. Saat ini Bejo diminta ikut ke dalam kamar utama. Di sana terlihat sekali ranjang sedikit berantaka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA    Bab 01. Bercintalah Dengannya

    "Bejo kamu dipanggil Tuan tuh! Kemana aja sich dari tadi dipanggilin nggak nyaut-nyaut. Bibi nanti ikut kena marah sama Tuan kalau kamu nggak buruan." "Ada apa sich, Bi? Saya abis mandi tadi, basah semua nyuci mobil." "Masuk dulu sana!" Bejo pun melangkah masuk ke rumah besar milik majikan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status