共有

Segarnya!

作者: NomNom69
last update 公開日: 2026-06-28 10:40:23

Dayat terdiam sejenak, menimbang-nimbang tas perkakas yang sudah rapi di tangannya. Otaknya berputar cepat memikirkan jadwal pekerjaan besok pagi di area proyek kota.

"Dit, dari perumahan sini kalau mau ke arah proyek utama yang di pusat kota itu... jauh enggak sih?" tanya Dayat, memastikan rute.

Dita yang menyadari ada lampu hijau langsung menegakkan tubuhnya dengan mata berbinar. "Ealah, malah lebih dekat dari sini, Mas! Jalurnya lurus terus lewat jalan pintas di depan sana, enggak perlu mute
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Tukang Servis Spesialis   Kegiatan dan Job Tambahan

    Setelah gejolak gairah yang intens itu mereda, pekatnya malam di dalam kamar kini kembali tenang. Astrid menyapu kehangatan di sudut bibirnya dengan jemari, lalu tersenyum puas menatap Dayat yang masih terengah-engah di atas kasur dengan tubuh polos penuh keringat. ​"Ke kamar mandi yuk, Mas... Badan lengket banget nih," bisik Astrid manja sambil menepuk pelan dada bidang Dayat. ​Dayat terkekeh halus, lalu bangkit dan merangkul pinggang Astrid. Bersama-sama, mereka melangkah masuk ke dalam kamar mandi yang hangat. ​Air dari shower dinyalakan, mengucur deras membasahi tubuh mereka berdua di bawah sorot lampu yang temaram. Dayat mengambil sabun cair, membalurkannya ke telapak tangan, lalu dengan lembut mengusapkan busa wangi itu ke bahu, punggung, hingga paha Astrid, membersihkan sisa-sisa percintaan mereka. ​Astrid menyandarkan punggungnya di dada Dayat, menikmati bilasan air hangat dan usapan lembut tangan pria itu. Namun, ingatan akan kejadian beberapa saat lalu—serta ronde-ro

  • Tukang Servis Spesialis   Kesuksesan Penggoda

    Desakan gairah yang membara membuat Dayat tak menahan diri lagi. Ia menyergap bibir Astrid dengan lumat bertubi-tubi yang dalam dan memabukkan, menelan habis desahan manis yang baru saja hendak keluar dari mulut wanita itu.Setelah memuaskan dahaganya di bibir Astrid, ciuman Dayat turun perlahan menyusuri garis rahang, bergerak ke ceruk leher yang halus dan harum. Dayat memberikan kecupan-kecupan hangat, gigitan-gigitan kecil yang gemas, serta sesekali melumat lembut kulit mulus Astrid hingga meninggalkan jejak merah kehangatan."Aaghh... M-Mas Dayat... nggghh," rintih Astrid pasrah. Kepalanya terlempar ke belakang, memberi akses seluas-luasnya bagi Dayat untuk menjelajahi lehernya.Tangan kekar Dayat menyusup ke bawah renda lingerie transparan yang membalut dada Astrid. Dengan perlahan namun pasti, ia merosotkan tali gaun itu hingga bagian dada Astrid terekspos sepenuhnya di bawah remang lampu kamar.Tanpa membuang waktu, mulut Dayat langsung berpindah menyerbu ke area dada Astrid. I

  • Tukang Servis Spesialis   Kain Penggoda

    Dayat melangkah santai mengiringi Astrid yang sibuk mengamati deretan gaun dan pakaian santai di dalam toko bertata cahaya hangat itu. Namun, langkah Dayat mendadak terhenti ketika matanya menangkap sudut khusus di area ujung toko. Di sana, terpajang jajaran pakaian dalam wanita dengan berbagai warna dan model, termasuk koleksi lingerie transparan berbahan renda dan sutra yang sangat menawan.Astrid yang menyadari pandangan Dayat langsung menyunggingkan senyum nakalnya. Tanpa ragu, ia melangkah mendekati deretan lingerie tersebut, lalu mengambil salah satu lingerie bermodel babydoll berbahan satin halus dengan renda tipis transparan di bagian dada.Seorang pelayan toko wanita yang ramah segera menghampiri mereka sambil tersenyum manis. "Selamat sore, Kak. Ada yang bisa dibantu? Koleksi yang dipegang itu seri terbaru kami, bahannya sangat lembut dan nyaman."Sebelum Dayat sempat bersuara, Astrid lebih dulu merapat ke samping Dayat, melingkarkan tangannya di lengan kokoh pria itu dengan

  • Tukang Servis Spesialis   Pekerjaan Tambahan?

    Dua cangkir kopi sudah kandas, menyisakan obrolan hangat dan tawa kecil yang masih mengudara di dalam kamar. Namun, momen santai mereka mendadak terhenti ketika ponsel Astrid yang tergeletak di atas meja berdering nyaring.Astrid menjangkau ponselnya. Begitu melihat nama yang tertera di layar, ia menatap Dayat sambil meringis pelan."Pihak resort, Mas..." bisik Astrid. Ia lalu menggeser tombol hijau. "Halo, selamat sore, Pak?""Selamat sore, Mbak Astrid. Maaf mengganggu waktunya," suara manajer resort terdengar dari seberang telepon. "Ini pengelola sudah selesai mengecek dan meriksa seluruh perbaikan kelistrikan di resort. Hasilnya aman, tapi kalau Mbak Astrid dan Mas Dayat ada waktu, bisa tolong ke kantor sebentar? Ada beberapa hal dan berkas administrasi yang mau kita selesaikan.""Oh iya, Pak, siap! Ini kami langsung bersiap-siap ke kantor ya," jawab Astrid kooperatif."Baik, Mbak. Terima kasih banyak ya, saya tunggu di kantor check-in."Sambungan telepon pun terputus. Astrid mengh

  • Tukang Servis Spesialis   Keringat Yang Tuntas

    Astrid mendesis sangat kesal. Wajahnya memerah padam bukan lagi karena gairah, melainkan karena emosi yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun."Ckk! Apalagi sih sekarang ini?!" bisik Astrid berang dengan suara bergetar menahan marah. "Bangsat banget... orang udah mau di ujung juga, malah diganggu begini!"Dengan napas memburu dan raut muka ditekuk, Astrid terpaksa mencabut penyatuan mereka. Ia turun dari tubuh Dayat, meraih handuk yang tergeletak di dekat meja, lalu menyertakannya dengan cepat membalut dadanya hingga bawah pinggul.Tanpa membuang waktu, Astrid melangkah lebar-lebar dengan kekesalan yang membuncah menuju pintu kamar. Sambil menghentakkan kaki, ia memutar kunci dan membuka pintu cukup lebar dengan wajah bersiap menyemprot siapa pun yang berdiri di luar.Namun, kalimat makian yang sudah di ujung lidah Astrid seketika tertahan.Bukan manajer resort atau pengelola yang berdiri di sana, melainkan seorang petugas penginapan lain yang tersenyum sopan sambil menyodorkan sekant

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Bertubi-tubi

    Astrid mendecak kesal dengan napas yang masih memburu. Wajahnya yang semula memerah akibat kenikmatan kini berganti menjadi raut sebal karena momen indahnya terpotong di tengah jalan."Ckk! Kampret banget sih..." bisik Astrid setengah berbisik tapi sarat akan rasa jengkel. "Lagi enak-enaknya full service malah diganggu room service!"Dengan malas dan setengah cemberut, Astrid menggeser tubuhnya ke samping, membiarkan Dayat membebaskan diri dari atas kasur. Ia menarik selimut hingga menutup dadanya yang masih bertelanjang bulat, lalu menatap Dayat dengan pandangan menuntut."Mas, cepetan buka pintunya! Jangan lama-lama ya... aku lagi nanggung banget ini, buruan suruh pergi!" gumam Astrid serak sambil menggigit bibir bawahnya, menahan sisa-sisa gejolak gairah yang masih menggantung tinggi.Dayat terkekeh pelan melihat tingkah Astrid yang gemas dan tidak sabaran. Dengan cepat Dayat menarik celana fisiknya, membenahi kausnya yang sempat agak berantakan, lalu menepuk pelan paha Astrid di b

  • Tukang Servis Spesialis   Gangguan Di Tengah Gairah

    Setelah terdiam beberapa saat sambil menimbang-nimbang risiko yang paling aman, Dayat akhirnya mengembuskan napas panjang. Ia menunduk untuk menatap Ajeng kembali, memantapkan keputusannya."Ya sudah, Jeng, mendingan kita enggak usah ngomong dulu deh sama Gita," ucap Dayat pada akhirnya. "Nanti kal

  • Tukang Servis Spesialis   Tawaran Dan Pertanyaan

    Dayat masih termangu. Suara kipas angin kontrakannya memecah hening. Dayat baru saja memejamkan mata, tak lama, layar ponsel yang tergeletak di samping bantalnya menyala. Dayat melirik malas, namun keningnya berkerut saat membaca nama pengirimnya. “Yat! Mau jadi engineer nggak di kantorku? Mumpun

  • Tukang Servis Spesialis   Peringatan Tak Kasat Mata

    "Aduh… M-Mbaakk!! Ati-ati dong!" seru Dayat panik. Ia langsung bergerak maju, berusaha meraih lengan Niken. Waktu seolah membeku. Dayat terpaku di tempatnya. Matanya yang tak sempat berpaling merekam dengan sangat jelas setiap inci kulit Niken yang tanpa sehelai benang pun. Dari dada yang berd

  • Tukang Servis Spesialis   Langkah Yang Salah!

    "Maaaass!! Udah belum!! Buruan masukin! Aku gerah!”Suara lengkingan itu memecah konsentrasi Dayat. Ia mengembuskan napas pendek, mencoba menahan gerutu yang hampir lolos dari bibirnya. Mbak Niken, pemilik rumah ini, adalah tipe pelanggan yang tidak punya kamus kata "sabar". Sejak Dayat menginjakk

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status