بيت / Romansa / VENDETTA / AKU TAK SELINGKUH!

مشاركة

AKU TAK SELINGKUH!

مؤلف: yanktie ino
last update تاريخ النشر: 2026-05-18 12:30:46

“Silakan masuk,” Soraya Caraka, mama Rahma mempersilakan Fitriyani sahabatnya semenjak SMA, sekaligus mama Yaka untuk masuk ke rumahnya.

“Tak perlu, suruh saja Yaka keluar sebentar,” 

Ikhsan  Caturangga, papa Yaka bersuara sangat keras, sehingga Yaka yang ada di ruang makan mendengar itu. 

Dan pastinya, tetangga juga mendengar dan pada keluar rumah, ingin tahu ada apa di rumah keluarga Soraya Caraka dan  Achmad Waskita itu.

Yaka sedang makan malam bersama Rahma dan Achmad Waskita, papa Rahma, tadi tentu juga bersama Soraya sebelum Soraya keluar saat pembantu bilang ada tamu mencari dirinya.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

“Ada apa Pa?” Tanya Yaka kaget, bercampur bingung, papanya menyusul ke rumah Rahma.

“Kalian dengar semua, sejak hari ini, Yaka sudah bercerai dengan Nadia, sebab Yaka selingkuh dengan Rahma!” Teriak Ikhsan lantang.  Para tetangga yang sejak mendengar teriakan awal Ikhsan  Caturangga terus mendengarkan.

“Aku enggak selingkuh Pa, aku enggak punya hubungan cinta sama Rahma,” bantah Yaka cepat dan tegas, walau dia gugup sebab kalau papanya yang bicara, itu tak main-main.

“Kamu tak selingkuh, istrimu mulas, kamu tak peduli, lebih peduli pada pelacvr yang hamil entah anakmu atau bukan sampai istrimu KEGUGURAN!” teriak Ikhsan  Caturangga geram

Achmad Waskita tentu tak rela anaknya disebut pelacvr.

“Kalau kamu tak rela anakmu disebut pelacvr, mengapa dia selalu menelpon suami orang tengah malam dan minta anakku datang kesini?” Teriak Ikhsan  Caturangga sebelum Achmad Waskita buka mulut, seakan dia tahu apa yang ada dipikiran Achmad. 

“Aku juga punya banyak bukti, pelacvr ini selalu mengirim pesan kalau dia lebih hebat dari menantuku, aku punya bukti dia mengirim foto sedang disuapi anakku pada menantuku, sedang diselimuti dan banyak lagi!” Lanjut Ikhsan, membuat  Yaka kaget Rahma memprovokasi Nadia sedemikian rupa.

“Sejak hari ini, tak perlu kamu cari Nadia, surat cerai sudah Papa proses!” Ucap Ikhsan  Caturangga sambil balik badan.

“Hanum, tunggu,” pinta Soraya Caraka memelas.

“Kamu sejak dulu sama saja, selalu suka sama barang orang,” ucap Hanum pedas setelah dia berbalik badan kembali, menghadap arah rumah Soraya, padahal sebelumnya dia sudah berbalik badan mengikuti suaminya.

“Dulu setiap kekasihku selalu kamu rebut, sehingga aku sengaja tak memberitahu saat aku pacaran dengan uda Ikhsan  Caturangga!”

“Dan ternyata, sifat pelakormu menurun pada anakmu perempuanmu!”

“Persahabatan kita memang sejak dulu aku putus, tapi kamu selalu saja mendekat.”

“Sekarang kalian puas, ibunya pelakor, anaknya pelacvr!” Teriak Hanum agar para tetangga tahu siapa Soraya Caraka.

“Dan kamu Yaka, kamu bukan anakku lagi,” tutup Hanum, membuat Yaka langsung mengejar mama dan papanya.

“Tak perlu meminta maaf pada kami. Urus saja anak pelacvrmu, kamu bahkan tak tahu, anakmu meninggal karena terlambat dibawa ke rumah sakit!”

“Kalau saat Nadia mengeluh, kamu langsung merespon, mungkin cucu Mama masih ada!” Teriak Hanum sambil menepis tangan Yaka.

“Lelaki gila, bapak edan, istri sendiri hamil, ngurusin perempuan lain yang juga hamil. Jangan-jangan pelacvr lebih dia cintai daripada istri sahnya.”

“Wah rupanya dia pelacvr, pantas saja kelakuannya seperti itu, sering pergi malam.”

“Ya ampuun, suami model apa yang membiarkan istrinya kesakitan sampai anaknya meninggal?”

“Lelaki biadaaab!”

Semua tetangga langsung menghujat Yaka, juga Rahma, tak peduli lagi.

Sebelum masuk mobil, Ikhsan mendekati seorang tetangga, meminta nomor ponselnya, dan dia bagikan screenshot dari Rahma pada Nadia, membuat screenshot itu beredar dari tangan ke tangan sehingga Rahma dan Soraya makin terkucilkan sebab kelakuannya sangat minus.

“Waaaah parah, pelacvr itu memang memprovokasi istri sah!” Teriak seorang tetangga melihat bukti screenshot dari Rahma pada Nadia.

“Waaah, ini suami gila, mengecup perempuan lain dia bilang enggak selingkuh,” balas yang lain.

“Dia bilang tak ada apa-apa, tapi sampai memakaikan sandal dan selimut, lelaki mana yang sampai memakaikan sandal dan selimut pada perempuan lain selain istrinya bila bukan selingkuhannya?” Teriak yang lain, membuat malam semakin ramai, sementara Achmad tak percaya apa yang diucap semua tetangganya sebab dia tak pernah tahu hal itu. 

Sementara Soraya pelan-pelan masuk ke rumah sebelum jadi amukan warga, dan sejak tadi Rahma tak berani keluar rumah.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Yaka mendengar sebagian komentar tetangga Rahma, dia langsung lari, masuk ke dalam rumah, mengambil ponselnya yang sedang di charge dan bergegas masuk mobilnya untuk pulang ke rumahnya.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

“Mengapa semua bisa seperti ini?” Teriak Yaka, dia pukul setir sebab bingung, mau marah pada siapa?

“Aku tak selingkuh!”

“Mengapa semua salah paham?”

“Aku tak selingkuh!” Yaka mengucap itu berulang kali, seakan ingin menanamkan hal itu pada dirinya sendiri, kalau yang dia lakukan adalah benar.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

Yaka tiba di rumah makin bingung. Rumahnya gelap, Yaka menyalakan lampu. Ternyata dua pembantu rumah itu sudah tak ada!

“Nadiaaaaa,” teriak Yaka sambil lari ke kamarnya, dan semua barang Nadia sudah tak ada!

“Nadiaaaaaaa!” teriak Yaka, tak peduli bila teriakannya mengganggu tetangga.

Yaka tak percaya, omongan papanya terbukti, dia tak perlu mencari Nadia lagi. 

Bagaimana mungkin tadi sebelum berangkat ke kantor semua barang Nadia masih utuh di tempatnya, dan malam ini semua sudah raib? Sudah tak ada semua.

“Mengapa tak ada yang percaya aku yak selingkuh?” Kembali Yaka berteriak kalau apa yang dia lakukan tak pernah melanggar norma. Dia tetap setia pada Nadia istrinya tercinta.

Sungguh Yaka belum sadar, semua prinsipnya salah besar.

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ 

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • VENDETTA   DIA SUDAH MENGAKUI KALAU DIA SALAH

    "Tidak boleh, Cintaku. Ini pemberian," sahut Aditya dengan nada suara yang teramat lembut namun sarat akan ketegasan seorang suami. Dia meletakkan kotak emas itu di meja nakas, lalu menggeser duduknya untuk merapat pada Nadia."Mas tidak memandang nominalnya yang sangat besar, tapi Mas melihat makna di balik pemberian ini.”“Hapus rasa dendammu, Nadia …”“Setidaknya, dia sudah mengakui kalau dia salah."Aditya kemudian menarik tubuh Nadia ke dalam rengkuhan lengan tegapnya. Dia memeluk istrinya dengan begitu erat dan protektif, menyalurkan kehangatan serta rasa aman yang seketika mengepung tubuh Nadia yang sempat menegang. Aditya menunduk, lalu mengecup kening istrinya dengan kecupan yang lama dan mendalam, mencoba mengalirkan ketenangan ke dalam jiwa Nadia yang masih terguncang.Namun, luka masa lalu rupanya terlampau dalam menancap di hati Nadia. Di dalam dekapan hangat suaminya, air mata Nadia merebak, membas

  • VENDETTA   HADIAH TAK TERDUGA

    Galih tampak tersenyum tipis, kelegaan yang amat besar terpancar dari wajahnya yang kini tampak jauh lebih rileks sembari mengambil sepotong kerupuk dari stoples untuk menghabiskan sisa nasi di piringnya. Di sebelahnya, Hanum mengusap dãda pelan, merasa sangat bersyukur karena suaminya tidak perlu lagi menguras emosi menghadapi Nenden, sebab penjelasan Aditya dan dukungan Anwar sudah otomatis mengunci rapat-rapat mulut iparnya itu.Dua pasang Nini dan Aki pun tak kalah lega. Mereka saling melempar pandang penuh arti, tersenyum bangga melihat bagaimana Aditya mampu menjaga marwah keluarga sekaligus masa depan cicit-cicit mereka dengan cara yang sangat jantan dan berwibawa.Satu per satu dari para sesepuh mulai menyudahi makan malam mereka. Bunyi denting sendok dan garpu yang diletakkan berjajar rapi di atas piring yang telah bersih menandai akhir dari jamuan malam yang penuh dinamika itu. Aki Ahmad tampak meneguk air putihnya sampai tandas, lalu bersandar nyaman di kursi jatinya yang k

  • VENDETTA   CARA MEMULIAKAN ISTRI DAN ANAK

    Melihat pemandangan itu, Lukman menghentikan suapannya sejenak. "Walau kalian baru menikah, si kembar lengket sekali ya denganmu, Dit?" ucapnya takjub.Aditya mengangguk takzim."Injih, eh, iya Kek. Saya tidak ingin mereka kehilangan figur seorang ayah. Jadi setiap saya tiba di rumah, fokus hidup saya memang sepenuhnya untuk mereka," jelas Aditya dengan nada bicara yang tenang namun berwibawa.Jawaban jujur dan penuh komitmen itu seketika memicu gelombang kekaguman di benak setiap orang yang berada di sana.‘Alhamdulillah, ya Allah, terima kasih sudah menitipkan Nadia dan cucu-cucu kami kepada laki-laki berhati emas ini,’batin Galih dan Hanum serempak dalam hati. Sebagai orang tua, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada melihat putri mereka yang pernah hancur kini begitu diratukan dan anak-anaknya disayangi tanpa pamrih.‘Luar biasa, jarang ada pemuda zaman sekara

  • VENDETTA   SUDAH DIGAUNGKAN DI DEPAN ALLAH

    Gunjingan miring yang selama ini dia pelihara seolah rontok tak bersisa. Versi Nenden, Nadia bercerai karena keponakannya tak becus jadi istri.Aditya tersenyum tipis, lalu menunduk saat merasakan sebuah tarikan kecil di celananya. Angga, lelaki kecil yang aktif itu, rupanya sudah merangkak naik berusaha menggapai pahanya. Dengan sigap dan penuh kasih sayang, Aditya kembali menggendong putranya itu, mendudukkannya dengan nyaman di pangkuan tegapnya."Insya Allah, cinta saya pada Nadia sudah saya gaungkan di depan Allah, sehingga saya tidak akan pernah menelantarkan Nadia," balas Aditya tulus, mengusap lembut rambut Angga di depan mata mertua dan kakek-nenek Nadia yang menatapnya dengan binar haru.Seketika itu juga, atmosfer kaku di ruang tamu langsung menguap, digantikan oleh kehangatan sosok Aditya sebagai seorang ayah yang begitu melekat."Anak Papap mau apa, hmm?" tanya Aditya dengan suara yang melembut, mencium gemas pipi gembil Angga yang mendadak m

  • VENDETTA   NILAINYA MINUS 

    Namun semua orang di ruangan itu tahu, itu hanyalah alasan klasik untuk menutupi kondisi keuangan mereka yang sebenarnya, sangat kontras dengan kemapanan mutlak yang ditunjukkan oleh Aditya.Nenden yang sedang duduk di sofa ruang tamu langsung mengetatkan rahangnya. Jemarinya mencengkeram erat ritsleting tas jinjingnya hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya bergemuruh hebat dihantam rasa dongkol dan malu yang luar biasa.‘T‘ua bangka ini benar-benar sengaja mempermalukan aku di depan semua orang!’maki Nenden dalam hati, melotot tak senang ke arah lantai granit. Kamar tamu yang tadi disiapkan pembantu untuknya mendadak terasa seperti penjara penghinaan. Dia merasa dikuliti hidup-hidup, niatnya pamer mencari alasan belum beli mobil baru, justru patah total oleh kemapanan Aditya yang tanpa beban menambah mobil keluarga tanpa perlu menjual mobil sport-nya.Anwar, suami Nenden, hanya bisa menunduk dalam-dalam di kursinya.

  • VENDETTA   BUKAN GANTI, MELAINKAN NAMBAH

    Di kediaman Galih dan Hanum ini, sama sekali tidak ada aktivitas atau kegiatan yang heboh layaknya rumah yang akan menggelar pesta besar. Suasana rumah terasa tenang dan lengang dari riuh kepanikan, sebab seluruh rangkaian acara resepsi sepenuhnya akan dilangsungkan di hotel, mulai dari dekorasi, katering, hingga urusan tata rias.Kesibukan yang ada di dalam rumah sore itu murni hanya seputar persiapan menyambut kedatangan keluarga besar yang berjanji akan berkumpul nanti malam. Bau harum cairan pembersih lantai beraroma lavender menguar lembut ke seluruh penjuru ruangan, bercampur dengan embusan angin sore yang sejuk dari jendela-jendela besar yang sengaja dibuka lebar. Di dapur, hanya ada bunyi denting pelan dari cangkir-cangkir teh yang sedang dicuci dan ditata rapi di atas nampan kayu oleh asisten rumah tangga, disiapkan untuk menyambut obrolan hangat keluarga nanti malam.Tidak ada tenda yang terpasang di halaman, tidak ada tumpukan piring sewaan, pun tidak ada hilir mudik teta

  • VENDETTA    BABIES 

    “Hari ini sudah bulan ke empat kamu menghilang Yank,” bisik Yaka lirih. Tubuhnya makin kurus, badan tak terawat, walau pakaian masih tetap rapi, sebab dia laundry. “Ampas kopi yang menumpuk rindu itu sama dengan semut pekerja.” “Sebab, dinding yang kokoh bisa roboh karena lubang semut dibawah pon

  • VENDETTA   DIKUNTIT KEBENARAN DI RUMAH BARU

    “Tidaaaaaak!!!” Yaka menutup mulutnya dengan bantal dan dia berteriak sepuas-puasnya di kamar kost.Yaka menyadari kebodohan dirinya selama 5 bulan jadi budaknya Soraya dan Rahma!Yaka sadar, semua yang kenal Rahma tentu akan mencibir kebodohan dirinya yang menyerahkan keutuhan rumah tangganya demi

  • VENDETTA   TERELIMINASI 

    Kembali dari kebingungan, Yaka memilih kembali ke rumah, ingin istirahat sambil memikirkan langkah apa yang akan dia tempuh, dan melempar lamaran kemana setelah ini.“Mengapa rumah kosong seperti ini?” Yaka kaget ketika masuk ke rumahnya semua furniture sudah tidak ada.Tidak ada sofa tidak ada nak

  • VENDETTA   DI PHK

    “Maaf pak Yaka, Anda dipecat tak hormat atas perintah CEO,” saat esok paginya masuk kantor dengan wajah lusuh karena tak tidur, Yaka mendapat kejutan dari satpam. Bahkan bukan dipanggil ke HRD, atau setidaknya resepsionis, ini satpam yang langsung menghampiri saat dia turun dari mobil!Yaka sadar,

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status