Lampu ruang rapat utama di lantai paling atas gedung pencakar langit itu dinyalakan dengan tingkat pencahayaan yang agak redup, menciptakan suasana mencekam yang langsung menusuk kulit setiap orang yang melangkah masuk. Meja kaca panjang berbentuk oval di tengah ruangan sudah dikelilingi oleh para petinggi perusahaan, jajaran direktur operasional, serta tim pengawas keuangan yang duduk dengan wajah tegang berbalut keringat dingin. Di sudut ruangan, Bagas berdiri tegak di dekat layar proyektor yang masih menampilkan logo besar perusahaan, sesekali merapikan tumpukan kertas putih di tangannya dengan gerakan gelisah. Arham duduk di kursi kebesaran paling ujung, tatapan matanya sedingin es malam, sementara Zara duduk tenang di samping kanannya dengan melipat tangan di atas meja kayu mahal tersebut.Pintu kaca tebal ruangan itu bergeser terbuka secara otomatis, memecah kesunyian yang sejak tadi mencekik seluruh isi ruangan rapat darurat tersebut. Anji melangkah masuk dengan gaya santai y
Read more