Sinar matahari pagi menyusup pelan melalui celah tirai sutra yang sedikit terbuka, membiarkan garis-garis cahaya keemasan jatuh menyapu permukaan lantai kamar utama. Hawa dingin dari pendingin udara terasa menusuk kulit, namun kehangatan yang melingkupi tubuh Zara membuat hawa dingin itu perlahan tersingkir.Zara membuka matanya perlahan. Kelopak matanya terasa berat, seperti baru saja melewati malam paling panjang dalam hidupnya. Sensasi pegal dan perih di sekujur tubuhnya langsung menyengat kesadarannya, mengingatkan dirinya pada apa yang terjadi beberapa jam lalu di atas ranjang ini.Lengan kekar Arham melingkar erat di pinggangnya, menarik tubuh polos Zara tanpa jarak ke dada bidang pria itu. Napas teratur dan hangat dari Arham berhembus teratur menimpa puncak kepala Zara, menandakan pria dewasa di sampingnya itu masih tertidur lelap.Zara memiringkan kepalanya sedikit, menatap raut wajah Arham yang tampak sangat tenang. Garis-garis tegas di wajah tampan pria berusia empat pul
Baca selengkapnya