"Kita tidak bisa memutar waktu. Seandainya bisa pun, ceritanya bisa berbeda." Arjuna sadar, ia harus menghentikan semuanya sebelum terjerumus ke jurang terdalam. Ia pikir, setelah sekian tahun berlalu, ia sudah berhasil mengubur perasaan itu dalam-dalam, mengunci rapat di relung hati yang paling gelap, dan melangkah pasti menuju masa depan. Namun siapa sangka, segalanya seolah terlahir lagi, mengembalikan semua kenangan yang coba dilupakan. "Kita nikmati waktu yang tersisa," senyum Kirana memancing, seakan tak kenal lelah. "Apa yang terjadi terjadilah." Pesona Kirana sulit dihalau dengan kesetiaan yang ia bangun. Sejak bertemu lagi di desa itu, segalanya tidak berubah, menghidupkan kembali simfoni yang sudah lama mati. Kemesraan terulang lagi, mereka terhanyut dalam arus kenangan yang tak mampu mereka tolak. Kirana bahkan memilih tinggal bersamanya di penginapan, meski ia tahu seharusnya memikirkan persiapan pesta perkawinan dengan lelaki lain. Di tengah kehangatan itu, mereka sad
Baca selengkapnya