Arjuna khawatir Datuk Cakil menyandera ibunya dan minta pertukaran dengan kujang emas, padahal ibunya sendiri pasti bingung ia hilang mendadak dari dalam kamar. Bangsawan Melayu itu tidak akan percaya pada keterangan ibunya, ia akan menyiksa ibunya sampai mengaku, penyiksaan yang berujung pada kematian karena ibunya tidak tahu apa-apa. Di kejauhan, kabut mulai turun menyelimuti lembah, seolah menutupi segala jejak yang pernah ada, namun tidak mampu menghalau keresahan di hati Arjuna. Bayangan pria dengan sorot mata tajam dan hati yang kejam terus menghantui benaknya. “Datuk Cakil tidak akan ragu berbuat apa saja untuk mendapatkan apa yang diinginkan,” gumam Arjuna, suaranya terdengar parau. “Ia akan menyandera ibuku, menuntut kujang emas sebagai tebusan, padahal ibuku sendiri tidak tahu menahu soal keberadaanku.” Ibunya tidak akan mampu menjelaskan apa pun. Jika ditanya, ia hanya akan menggeleng bingung, dan ketidaktahuannya itu akan dianggap kebohongan oleh Datuk Cakil. Penyiksaan
Baca selengkapnya