Setelah memastikan Harun telah tewas, Banga tidak berlama-lama di ruangan itu. Ia tidak merasa tergoda sedikit pun untuk menyimpan harta yang terhampar luas di hadapannya— benda-benda itu bukan miliknya, melainkan hak yang harus dikembalikan ke orang yang seharusnya. Ia mengumpulkan semua barang pusaka, perhiasan, kain, dan persediaan makanan yang melimpah, menyusunnya dengan rapi menjadi tumpukan-tumpukan yang mudah dibawa.Ia mengikatnya menggunakan kain tebal yang ditemukan di lemari, membentuk bungkusan besar namun cukup ringan untuk diangkut dengan tangannya. Sebelum keluar, ia menorehkan kembali lambang Klan Adikara pada tiang utama rumah itu, sama seperti yang ia buat di pos penjagaan sebelumnya. Tanda itu menjadi bukti bahwa keadilan telah ditegakkan, bukan sekedar perampasan atau pembunuhan sembarangan.Dengan bungkusan besar di punggungnya, Banga melangkah keluar dari rumah megah itu menuju bagian perkampungan yang paling terpencil. Di sana tinggal warga yang paling miskin,
Read more