"Bisa kau jelaskan, kenapa berkas penting ini masih berantakan di atas mejaku, Marlina?" suara bariton itu menginterupsi dengan nada sedingin es, tajam, dan sama sekali tidak memiliki toleransi. Marlina Navasya, wanita bertubuh mungil dengan tinggi hanya 150 cm itu, langsung tersentak di balik kubikel kerjanya. Dengan gugup, ia merapikan blus putih sutranya sebelum buru-buru berdiri menghadapi sang atasan. "Maafkan saya, Tuan Aldebaran. Ada beberapa data dari divisi keuangan yang baru saja masuk sepuluh menit yang lalu, jadi saya harus-" "Aku tidak butuh alasan cerobohmu," potong Rey Aldebaran dengan cepat, melempar tatapan mata yang begitu menusuk hingga membuat nyali Marlina menciut seketika. Pria bertubuh tegap, berahang tegas dengan aura dominan yang teramat kuat itu adalah Rey Aldebaran. Sebagai CEO baru di Cakrawala Group yang baru menjabat selama dua minggu, ia sudah terkenal sebagai sosok yang arogan, angkuh, dan sangat disegani. Tidak ada satu pun pegawai yang berani m
Read more