Siang itu, Arga tiba di mansion keluarga Radja dengan sebuah map cokelat tebal di tangannya. Langkahnya tenang dan rapi seperti biasa saat memasuki rumah megah tersebut. Salah satu pelayan segera menyambutnya dan mempersilahkannya masuk. “Selamat siang, Bu Djiwa,” sapa Arga sopan ketika melewati ruang keluarga dan mendapati Djiwa tengah menemani ketiga anaknya bermain. Djiwa menoleh, lalu tersenyum ramah. “Selamat siang, Pak Arga. Ada perlu apa?” Arga mengangguk hormat. “Saya ingin bertemu dengan Pak Radja, Bu. Ada beberapa dokumen yang harus saya serahkan langsung kepada beliau.” “Oh, baik,” balas Djiwa. “Mas Radja ada di ruang kerjanya. Silakan masuk saja, Pak.” “Terima kasih, Bu.” Arga segera melangkah menuju lantai dua. Setelah tiba di depan ruang kerja, ia mengetuk pintu beberapa kali. Tok. Tok. Tok. “Masuk.” Arga membuka pintu dan mendapati Radja duduk di balik meja kerjanya yang besar. Pria itu tengah menandatangani beberapa dokumen sambil sesekali menyesap
Magbasa pa