Sarah yang semula panik segera merapikan penampilannya, seraya melangkah menjauh dari pintu. Saat pintu akhirnya berhasil didobrak dari luar, ia langsung menghampiri sosok yang mengulurkan tangan kepadanya. Namun, langkahnya sedikit melambat ketika mendapati orang itu ternyata petugas kebersihan kantor yang membantunya keluar. Matanya mencari suara seseorang yang ia kenali tadi. Tak jauh dari tempatnya, Abra berdiri dengan raut wajah datar. Di sampingnya ada Aksa, sang asisten, serta beberapa staf lain yang ikut menunggu. "Maaf, Mbak Sarah. Bilik yang ini memang sering bermasalah. Kuncinya suka macet. Saya masih menunggu teknisi datang. Baru bisa besok," jelas petugas kebersihan itu, terus meminta maaf. Sarah melirik sekilas ke arah Abra, lelaki itu tidak lagi ada di sana. Lalu, ia kembali menatap lelaki di hadapannya, mengangguk pelan. "Terima kasih banyak, Mas," ucapnya tulus. "Mbak Sarah nggak apa-apa?" tanya Aksa sambil menghampiri. "Iya, saya baik-baik saja," jawab Sarah.
Read more