Setelah Abra kembali bertugas, kini giliran Serayu memulai hari pertamanya bekerja. Pagi tadi, ia menghabiskan waktu cukup lama memeluk Satria sebelum berangkat. Rasanya berat meninggalkan putra kecilnya, meski hanya untuk beberapa jam. Semua perlengkapan pumping pun sudah dipastikan masuk ke dalam tas. "Kenapa diam saja, hmm?" tanya Abra. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit Husada. Ia meraih tangan istrinya, menggenggamnya, lalu mengecup punggung tangannya. "Udah kangen anaknya masa," rajuk Serayu. Abra tersenyum tipis. "Nanti kangen papanya juga, nggak?" "Mas..." Serayu hanya mendesah pelan. Ia sudah terlalu hafal dengan godaan suaminya itu. Abra terkekeh kecil. "Nanti pulangnya saya sama Satria yang jemput." "Belum tahu selesai jam berapa juga," kata Serayu. "Kalau sudah selesai, kabari saya." Serayu mengangguk. Saat mobil berhenti di depan rumah sakit, Serayu belum juga turun. Tangannya masih melingkar di lengan Abra, seolah enggan melepaskannya.
Read more