"Lihat, Mama! Sepertinya dia benar-benar suka sama aku!" kata Orson sambil tersenyum saat menggelitik Felicia yang tertawa tanpa henti."Iya, Mama juga perhatikan. Sepertinya adikmu memang sayang sekali sama kamu," jawabku."Dia cantik sekali, Mama. Mungkin waktu besar nanti dia akan punya banyak pengagum. Lihat matanya ... Mama sadar nggak? Matanya terlihat biru, ya?" kata Orson.Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengernyit. Aku segera mendekat untuk melihat mata Felicia. Jantungku tiba-tiba dipenuhi kecemasan saat melihatnya.Ya, Orson benar. Matanya berwarna biru. Berbeda dari kami bertiga. Dia berbeda. Memang, Felicia adalah bayi berkulit cerah ....Namun, matanya sedikit sipit. Mungkin karena dia masih bayi. Hidungnya juga mancung, mirip Ryan dan aku. Akan tetapi, mata biru? Kurasa tidak.Semakin kupikirkan, semakin cemas perasaanku. Ketakutan di dalam hatiku tiba-tiba membesar."Mama nggak apa-apa?" tanya Orson.Aku ragu sejenak, lalu mengangguk. "Iya ... Mama hanya teringa
Baca selengkapnya