“Maksudnya gimana?” tanya Ryn, refleks menggigit bibir bawahnya sendiri.Kylar tidak menjawab. Tatapannya justru turun sejenak ke bibir yang tergigit itu, lalu kembali naik dengan tenang, tapi jelas tidak lagi netral. Ada sesuatu yang berubah, lebih dalam, lebih fokus, dan entah kenapa membuat Ryn sulit berpaling.Detik berikutnya, Kylar berdiri. Kursi Ryn diputar menghadapnya, dan tanpa memberi waktu untuk berpikir, tangannya sudah menyelinap ke bawah tubuh wanita itu, mengangkatnya dengan mudah.“Mas!” Ryn terkesiap, refleks mencengkeram bahu Kylar. Jas yang tadi menyampir jatuh begitu saja, dan dress pendeknya naik sedikit lebih tinggi tanpa ampun, membuat kulitnya terekspos lebih banyak dari yang dia sadari.“Jangan lempar aku ke laut, Mas,” protesnya, tapi nada suaranya tidak benar-benar menunjukkan penolakan.Kylar mendekatkan wajahnya ke telinga Ryn, napasnya hangat di sana. “Nggak akan aku lempar ke laut. Aku lebih tertarik lempar kamu ke tempat lain.”Langkahnya mantap menuju
더 보기