Dalam hitungan detik, jalur pegunungan itu berubah menjadi neraka. Asap tebal perlahan naik ke langit, membentuk kolom hitam yang bahkan bisa terlihat dari beberapa kilometer jauhnya.Sekitar tiga ratus meter dari celah tersebut, di sebuah dataran tinggi yang tersembunyi, laras Senapan Jitu di tangan Garuda Hitam masih menyisakan hawa panas.Sementara itu, di dalam area ledakan, guncangan susulan masih terasa samar. Udara dipenuhi bau menyengat mesiu, karet terbakar, darah, dan daging hangus. Sisa-sisa tiga Mobil Jeep masih terbakar di berbagai titik, terus memuntahkan asap hitam yang mencoreng langit pagi seperti luka menganga.Garuda Hitam perlahan berdiri dari posisi tembaknya sebelum menyampirkan senjatanya ke bahu. Gerakannya tenang dan stabil seolah ledakan dahsyat yang baru saja ia ciptakan hanyalah bagian dari rutinitas biasa.Ia kemudian menekan headset taktis di telinganya.“Pak Damar, bawa beberapa orang turun untuk membersihkan area. Tetap waspada.”“Baik. Tim satu dan dua
Read More