"Ini Zona Bayangan."Adhyaksa perlahan berdiri lalu menatap Arka, tidak ada air mata di wajahnya. Yang tersisa hanyalah ketenangan yang nyaris mati rasa, tetapi jauh di dalam matanya masih menyala bara yang membuat siapa pun enggan menatap terlalu lama."Di tempat seperti ini, orang mati setiap hari. Kemarin giliran orang lain, hari ini adikku, dan besok mungkin aku atau bahkan kamu."Pandangannya kemudian beralih ke para anggota Keluarga Mahesa yang masih tersisa di dalam aula utama. Jumlah mereka bahkan tidak mencapai lima belas orang. Sebagian besar dipenuhi luka, sementara sorot mata mereka memuat campuran kesedihan, ketakutan, kelelahan, dan kebingungan karena berhasil lolos dari bencana yang hampir memusnahkan mereka.Namun beberapa detik kemudian, suara Adhyaksa tiba-tiba mengeras. "Tapi kita masih hidup."Kalimat itu tidak diucapkan keras, tetapi seluruh aula seketika terdiam."Selama kita masih hidup, kita harus terus bergerak maju. Kita harus menyelesaikan apa yang belum sel
Mehr lesen