Di saat yang sama, di wilayah utara, Keluarga Nirvana juga melakukan mobilisasi besar-besaran.Di bawah langit malam Zona Bayangan, dua kekuatan raksasa bergerak dalam senyap, laksana sepasang ular berbisa yang perlahan melingkari mangsanya sebelum melancarkan serangan mematikan.Sekitar lima kilometer di sebelah timur Celah Mahesa, berdiri sebuah bukit tinggi yang menguasai seluruh medan pertempuran dari kejauhan.Malam begitu pekat, tetapi ufuk di kejauhan memerah diterangi kobaran api. Kilatan artileri sesekali membelah gelap bak petir yang menyambar, disusul dentuman berat beberapa detik kemudian. Aroma mesiu memenuhi udara, dan bahkan dari jarak sejauh itu, ketegangan perang masih terasa begitu jelas.Arka berdiri di bibir tebing dengan kedua tangan terselip di saku rompinya. Tatapannya tak pernah lepas dari medan perang yang terus berkobar. Hembusan angin mengibaskan rambut di dahinya, memperlihatkan sepasang mata tajam yang tetap bersinar di tengah kegelapan malam."Bos." Arga
Read more