Pada tembakan terakhir, proyektil terakhir meluncur meninggalkan laras, membentuk lengkungan panjang sebelum menghantam sasaran.BLAAAR!Dentuman dahsyat mengguncang seluruh lembah sebelum perlahan memudar ditelan keheningan.Suasana memang belum benar-benar senyap. Kobaran api masih melalap bangunan yang tersisa, kayu-kayu terbakar mengeluarkan bunyi berderak, beberapa peti amunisi yang ikut tersulut sesekali meledak dengan dentuman kecil. Di sela semua itu, rintihan lirih para korban luka masih terdengar, semakin lama semakin melemah.Namun hujan mortir telah berakhir.Di atas punggung bukit, Arka menurunkan teropong penglihatan malamnya, lalu melirik arloji di pergelangan tangan. Sejak proyektil uji pertama ditembakkan hingga ledakan terakhir menghantam sasaran, tepat tiga menit telah berlalu.Alih-alih langsung memerintahkan mundur, Arka berjalan menghampiri salah seorang anggota Keluarga Mahesa. "Lepaskan ban lenganmu."Prajurit itu sempat terdiam, tetapi tetap menurut. Ia merobe
Read More