"Saudara-saudara!"Suaranya terdengar pelan, namun mantap."Bertahan lima menit lagi. Setelah itu kita mundur."Tak seorang pun menjawab.Mereka hanya saling bertukar pandang, lalu kembali mengangkat senjata ke arah lereng gunung.Dor! Dor! Dor!Peluru kembali menghantam barikade, sementara granat terus berjatuhan di sekitar posisi mereka. Batu dan serpihan karung pasir beterbangan ke segala arah ketika seorang penjaga kembali roboh akibat tembakan yang menembus dadanya.Garda segera meraih tubuh rekannya dan berusaha menekan luka itu, tetapi sebuah peluru lain langsung menghantam lengan kirinya. Nyeri tajam menjalar hingga ke bahu.Ia hanya mengeraskan rahang, memindahkan senjatanya ke tangan kanan, lalu kembali membalas tembakan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Lima menit terasa seperti lima abad.Saat jarum jam menunjukkan hampir limat menit, Garda akhirnya mengangkat radio dan berteriak,"Mundur! Ikuti jalur evakuasi! Cepat!"Lima orang yang masih sanggup bergerak segera mening
Baca selengkapnya