Wulan masuk tanpa menunggu dipersilakan. Ia segera duduk di kursi sofa, pandangannya mengarah tajam ke arah kepala sekolah. "Kasus di halaman tadi," ucapnya langsung, "saya ingin rekaman Cctv-nya dikirim kepada asisten saya." Kepala sekolah tertegun, ia bingung dengan maksud dari Wulan. "CCTV?" tanyanya, bingung. Wulan menatapnya datar, seolah ia tidak menerima penolakan atas permintaannya. Pandangannya berubah tajam dan penuh intimidasi kepada kepala sekolah tersebut. "Atau saya harus minta langsung ke yayasan?" Kalimat itu membuat kepala sekolah langsung menegakkan tubuhnya. Ia buru buru mengangguk. "Baik, baik… saya akan minta staf IT memeriksa sekarang." Wulan mengangguk kecil, lalu duduk di kursi tanpa basa-basi, seperti orang yang sudah terbiasa mengendalikan apapun. "Dan satu lagi," tambahnya. Kepala sekolah menelan salivanya, ia buru buru menatap Wulan lekat lekat. "Ya, Nyonya?" ujarnya, pelan. Wulan menghela napas sejenak, "Aku ingin mengadakan
Read more