Raka mengernyitkan keningnya, ia buru buru menggelengkan kepalanya. "Bukan begitu," ujarnya, pelan. "Terus apa?" potong Reina. "Dulu kamu selalu melakukan apa yang aku mau. Kenapa sekerang kamu berubah?" Raka terdiam. Ucapan itu kembali mengingatkannya pada masa lalu. Dulu, ia memang selalu bisa memberikan apa pun kepada Reina. Uang, hadiah, perhatian, semua hal yang membuat Reina bahagia. Tapi sekarang keadaannya berbeda. Ia tidak lagi bisa memenuhi semua keinginan dari Reina. Dan mungkin, ia baru menyadari bahwa cinta bukan hanya tentang selalu mengalah. "Reina, aku tetap sayang sama kamu," ujar Raka pelan. "Tapi bukan berarti semua permintaanmu bisa aku lakukan." Reina terdiam. Dengan kesal ia menarik tangan Laila untuk pergi meninggalkan Raka. Sebelum melangkah lebih jauh, Reina kembali menoleh. "Kalau begitu lebih baik kita putus!" ujarnya, dengan kesal. Laila dan Sila yang mendengar itu terkejut, Laila buru buru mendekat ke arah Reina dan mulai berbisik. "Reina,
Read more