Raka langsung menatap Zidan setelah mendengar kalimat itu. "Dia... mau ngilangin perasaan dia buat gue?" ulangnya, mencoba mencerna ucapan dari sahabatnya itu. Zidan mengangguk pelan. "Iya, bukannya dari ucapannya udah kelihatan jelas." Raka kembali melihat ke arah Seira. Gadis itu masih membaca buku, tetapi kali ini Raka bisa melihat sesuatu yang berbeda. Seira mencoba menghindari tatapan matanya, bahkan gadis itu terlihat mencoba mengabaikan kehadirannya. Dan entah kenapa, hal kecil itu membuat dada Raka terasa semakin sesak. "Kenapa dia harus ngelakuin itu?" tanya Raka pelan. Zidan menatapnya datar. "Karena dia capek, Rak." Raka terdiam. Ia paham akan maksud dari Zidan, setiap manusia pasti punya titik lelahnya sendiri. Ia menatap Zidan, mencoba mendengar lanjutan dari perkataan sahabatnya. "Bayangin aja. Selama ini dia selalu ada buat lo. Dia tahu lo masih cinta sama Reina. Dia tahu lo masih berharap hubungan kalian kembali seperti dulu. Tapi dia tetap bertahan di
Baca selengkapnya