Matahari bersinar sangat cerah pagi itu. Cahayanya yang hangat, cukup untuk menyinari kamar Iris. Di mana saat ini dia sedang bercermin. Pakaian olahraga melekat di tubuhnya. Tidak terlalu ketat, tapi tidak juga longgar. Tubuhnya yang dulu tampak ringkih, kini terlihat sedikit berisi. Iris bisa melihat pergelangan tangannya yang tidak sekecil dulu. Wajahnya yang tirus pun, tidak terlihat lagi. Meski kulitnya masih sedikit pucat. Iris memutar tubuhnya untuk memerhatikan lebih detail, sebelum dia melihat tengkuknya. Luka-luka dulu yang disebabkan oleh Silas dan Elliot, kini tampak memudar. Walaupun gara-gara itu, tubuhnya tidak semulus dulu. Saat Iris mencoba menurunkan sedikit bajunya di bagian bahu, pintu ruangan tiba-tiba dibuka. Menyentaknya seketika dan refleks membuatnya mengalihkan pandanga."Oh, Nona, Anda sedang apa? Apa saya mengganggu?"Iris menghela napas kasar saat melihat orang yang membuka pintu adalah Berta. Kedua bahunya seketika terkulai lemah. "Berta, aku kira si
Read more