"Ma, Pa, aku datang!" Suara Luna yang nyaring menggema di dalam rumah besar keluarga Xia, membuat perhatian Nyonya Ivanka dan Tuan Hans yang sedang menikmati teh di ruang keluarga teralihkan. Begitu melihat putri mereka berjalan masuk, wajah keduanya seketika berubah cerah. Luna menghampiri mereka dengan senyum lebar, lalu memeluk mereka bergantian. "Luna!" seru Nyonya Ivanka dengan wajah berseri-seri. "Mama, baru mau menelfonmu, tapi kamu sudah muncul di sini." Luna memeluk ibunya lebih dulu sebelum beralih memeluk Tuan Hans. "Padahal baru beberapa hari aku tidak datang, tapi rasanya seperti sudah lama sekali." Tuan Hans menggeleng kecil sambil tersenyum."Itu artinya kamu tidak pernah benar-benar bisa jauh dari kami. Terutama pada kakakmu yang berisik itu, dan sejak dia fokus bekerja rumah ini jadi lebih tenang." Nyonya Ivanka tertawa pelan mendengar komentar suaminya. "Kamu bilang begitu, padahal kemarin sampai bertanya tiga kali kenapa Leon belum pulang." Tuan Hans berdeham p
Baca selengkapnya