Tiba-tiba Aldo tertawa keras. Membuat semua mata menatapnya dengan bingung. Tidak ada lagi amarah di wajah pria itu. Yang tersisa hanyalah kegilaan, keputusasaan yang bercampur menjadi satu.Lalu pandangannya bergulir pada Luna., "Kamu mau tahu sesuatu yang lucu, Luna?""Apa lagi sekarang, Aldo?" tanya Luna dingin.Aldo terkekeh pelan. "Asal kamu tau saja, Luna, anak yang pernah kamu kandung itu bukan anakku." Sunyi, semua orang diam mematung mendengar pengakuan Aldo. Melihat reaksi mereka, Aldo menyeringai puas, "Kenapa? Kaget?""Apa maksudmu, Aldo?" tanya Luna, kebingungan tampak jelas di wajahnya. Dia butuh penjelasan lebih."Mantan istriku tersayang, sebenarnya aku ini mandul. Dokter telah mendiagnosa kalau aku tidak akan pernah bisa punya anak, jangankan menghamilimu, bahkan senjata tempurku saja tidak pernah berdiri."Kalimat itu menghantam semua orang seperti petir di siang bolong. Mereka menatap Aldo dengan ekspresi syok yang sulit disembunyikan. Luna terutama, tubuhnya membek
Baca selengkapnya