"Justin, aku tidak mau tahu. Pokoknya cincin itu harus jadi milikku." ujar nyonya Melody sambil menatap suaminya dengan tajam. Dia tidak bisa menerima cincin itu jatuh ke tangan orang lain. Tuan Justin menghela napas. "Jangan seperti anak kecil, Melody," bentak Tuannya dengan suara tertahan. Tatapannya tajam dan sedikit mengintimidasi. "Apa kamu tidak mendengar angkanya? Lima ratus juta dolar, dan itu bukan nominal kecil." Nyonya Melody menoleh tajam pada suaminya, dia tidak menerima alasan apapun. "Aku tidak peduli. Bukankah kamu sendiri yang bilang akan mendapatkan cincin itu untukku, hanya karena harga yang diberikan orang gila kamu menyerah?" "Jangan membahasnya lagi, aku muak mendengarmu mengoceh terus tentang berlian itu." ucapnya. Nyonya Melody menggertakkan giginya kesal. Harga setinggi itu membuatnya tidak mampu bergerak lebih jauh, tapi egonya menolak menerima kekalahan. Tatapannya kembali terarah ke ruang VIP lantai dua yang tertutup kaca gelap. Entah kenapa, ad
Baca selengkapnya