Dengan refleks Zivanya memundurkan langkahnya, menciptakan jarak aman di antara mereka. Kehadiran Ariyan selalu berhasil memicu alarm kewaspadaan di kepalanya. "Bukan urusan kamu!" jawab Zivanya ketus. Buat apa lelaki itu sok peduli, tanya-tanya padanya. Padahal, di saat mereka masih berstatus sebagai suami istri, lelaki itu tidak pernah mau tahu apa pun tentangnya. Diketusi oleh mantan istrinya, Ariyan sama sekali tidak mundur. Pria itu melangkah mendekat untuk kemudian jongkok di depan ban mobil Zivanya. "Ini bannya bocor parah, Ziva. Robek di bagian samping, kemungkinan kena serpihan tajam di jalan tadi. Sama sekali nggak bisa ditambal, harus diganti bannya,” Ariyan memberitahu setelah memeriksa. Ia bangkit berdiri, menepuk-nepuk tangannya yang kotor kena debu, lalu menatap Zivanya lekat-lekat. "Biar aku yang ganti pakai ban cadangan. Ada, kan?” "Nggak usah. Aku bisa panggil montir atau telepon Kaivan," tolak Zivanya tegas. Rahang Ariyan mengeras mendengar nama itu di
Read more