Udara pagi yang menusuk tulang tidak menyurutkan antusias para karyawan yang sudah berkumpul di lapangan terbuka, tempat puluhan mobil Land Rover pariwisata berbodi kokoh berbaris menunggu. Aroma khas bensin, oli, dan tanah basah berbaur dengan kepulan asap knalpot dari gerungan parau mesin-mesin tua penggerak empat roda yang mulai dipanaskan.Mita dengan sigap menuntun Zivanya menuju salah satu mobil Land Rover. Di dalam kabin belakang yang berkapasitas terbatas, Rike ternyata sudah duduk manis di sudut kanan. Ia langsung menyapa Zivanya.“Selamat pagi, Bu Ziva. Sesuai daftar dari panitia, berarti sisa satu kursi lagi ya, Bu. Kita tinggal nunggu Pak Haris.”“Oh, oke,” balas Zivanya.Zivanya kemudian mengambil posisi duduk di baris sebelah kiri, sementara Mita mengambil tempat di sebelah Rike. Kursi mereka saling berhadapan satu sama lain.“Gue deg-degan nih. It my first time, btw,” celetuk Mita sambil memegang dadanya.“Gue udah beberapa kali sih, tapi tetep aja dag dig dug,” kata R
Baca selengkapnya