Kaivan baru saja melepas kancing teratas kemejanya begitu melangkah masuk ke dalam apartemennya yang sepi. Tubuhnya terasa lelah setelah sisa hari yang panjang. Namun, baru saja ia mengistirahatkan punggungnya di sofa, ponselnya berbunyi. Nama mamanya tertera di layar. Kaivan langsung menjawab. "Kai, kamu di mana? Bisa pulang ke rumah sekarang? Mama tunggu, ada hal penting yang harus kita bicarakan," ujar Andara di seberang telepon dengan nada suara yang terdengar tidak biasa. "Ada apa, Ma? Apa nggak bisa lewat telepon aja?" tanya Kaivan sembari memijat pelipisnya. "Aku agak capek, Ma. Kalau nggak mendesak, besok pagi aku mampir ke rumah.” "Nggak bisa, Kai. Ini penting dan harus dibicarakan sekarang. Langsung. Mama tunggu.” Kaivan menatap layar ponselnya yang menggelap dengan helaan napas panjang. Kepatuhannya yang tinggi pada sang mama membuat pria itu tidak memiliki pilihan lain. Dengan sisa tenaga yang ada, ia kembali menyambar kunci mobil, meninggalkan kenyamanan apartem
Read more