...Bola mata legam Aldrich bergerak pelan memindai wanita hamil yang baru saja berbicara dengan tubuh sedikit gemetar.‘Dia kah, yang Keeva maksud?’ batinnya.Tanpa mendengar permohonan Indah, Aldrich justru memberi kode pada Bastian untuk mendekat padanya.“Buat kakak iparmu sibuk, pastikan mereka tidak bertemu,” perintahnya pada Bastian.“Baik, pak,” jawab Bastian lugas.Indah menelan ludah dengan susah payah saat pandang Aldrich kembali padanya. Rahang tegas pria itu mengeras, sementara jari-jarinya mengetuk meja pelan. Namun. cukup mengintimidasi.“Tiga hari dari sekarang, saya mau lihat sistem berjalan sempurna tanpa cela, tanpa bug, bahkan tidak boleh meleset satu byte pun,” tegas Aldrich. Tak ada yang berani membantahnya.“B-baik, pak Aldrich,” jawab Indah, lalu kembali menunduk. Tak sanggup melihat kilat amarah dari sorot mata Aldrich.Aldrich tak pernah sepeduli ini sama orang lain apalagi wanita. Sejauh ini dia bekerja seolah tanpa alasan kuat, hanya demi perusahaan te
Terakhir Diperbarui : 2026-05-10 Baca selengkapnya