...Bi Tina semakin menundukan kepalanya. Bukan tidak mau menjawab, hanya saja menurutnya itu bukan ranahnya untuk menjelaskan.Rupanya masalah Aldrich bukan sebatas difitnah sebagai penyuka lelaki. Jauh lebih rumit dari itu. Keeva ingin tahu lebih banyak, tapi tidak sopan rasanya kalau harus menginterogasi bi Tina tentang semua hal yang berhubungan dengan Aldrich.“Bi, tolong bantu bawa sarapannya. Aku mau bawa kompres baru,” pinta Keeva, tak ingin memperpanjang obrolannya tentang keluarga Aldrich.Bi Tiba menurut pada perintah Keeva, wanita itu mengambil apa yang Keeva butuh dan membantunya membawa ke kamar.Memasuki kamar, Keeva mendapati Aldrich sudah membuka matanya. Langkahnya ia percepat. Disentuhnya kening Aldrich sambil melirik jam.“Aku cek suhunya dulu, yaa?”Keeva segera menempelkan thermometer di dahinya. “39,8,” gumamnya, membaca angka di layar. “Ada yang sakit lagi, Al?”Aldrich mendesis pelan. “Kepalaku berat, kakiku sakit kayak ditusuk-tusuk sesuatu,” adu Aldrich l
Terakhir Diperbarui : 2026-06-06 Baca selengkapnya