Tepat pukul tujuh malam, bel apartemen Camelia berbunyi. Pas sekali dengan dia yang baru pulang dari mengambil data di kampus sebentar tadi. Ketika pintu dibuka, Restu sudah berdiri di sana dengan senyum hangat, membawa sekotak martabak telur yang masih hangat dan dua kantong plastik besar berisi sembako serta stok makanan untuk adik kesayangannya.Setengah jam kemudian, Kenzo menyusul datang dengan gaya hebohnya yang khas, langsung melempar sekantong penuh camilan ke atas sofa sebelum mengempaskan tubuhnya di karpet ruang tengah."Nih, makan dulu. Jangan sampai adik kesayangan abang kurus gara-gara cuma makan mi instan," ujar Restu sambil membuka kotak martabak di atas meja."Makasih, Bro," kata Kenzo sambil mencomot asal."Hish! Kabiasaan. Ini buat, Cantik," omel Restu."Makanan adik, makanan gue juga. Ya kan cantik?""Hmmm. Dah, makan ayo..."Camelia tersenyum tulus dan mengangguk senang. Kehadiran kedua abangnya malam ini seketika mencairkan ketegangan yang membuatnya pusing sej
Terakhir Diperbarui : 2026-05-24 Baca selengkapnya