Suasana di dalam mobil terasa sangat dingin dan sunyi. Hanya ada suara deru mesin mobil dan embusan pendingin ruangan yang mengisi kekosongan di antara mereka. Kenan fokus menyetir dengan tatapan lurus ke depan, kedua tangannya mencengkeram kemudi dengan erat dan rahang yang mengeras. Di sebelahnya, Camelia duduk dengan tubuh yang sangat tegang. Jarinya terus meremas tali tas kuliahnya dengan kuat untuk menyalurkan rasa canggung dan gugupnya yang luar biasa.Di tengah keheningan yang mencekik itu, ingatan Camelia mendadak melayang pada sosok member misteriusnya, Lucifer. Dia merindukan pria itu secara tiba-tiba. Di dalam benaknya, Camelia membayangkan jika saja saat ini yang duduk di kursi kemudi adalah Lucifer, suasananya pasti akan jauh lebih santai. Bersama Lucifer, dia tidak perlu merasa ketakutan seperti ini. Dia pasti bisa mengobrol dengan rileks, tertawa, atau setidaknya tidak perlu menyembunyikan identitasnya sebagai Miss Jiwa dengan kondisi was was atau gelisah seperti saat
Última actualización : 2026-05-29 Leer más