Mbak Retno menyipitkan mata indahnya, bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang meremehkan namun penuh minat. "Strategi biar tetap segar? Kamu sedang merayuku atau memang sedang haus?""Aku serius. Aku ini tipe pria yang bicaranya lurus-lurus saja," jawab Adrian mantap. Meski begitu, di benaknya sempat terlintas sekilas wajah Alana yang dingin, misterius, dan sulit ditebak.Jika Alana adalah puncak gunung es yang tak tersentuh, maka Mbak Retno adalah api unggun yang hangat namun siap membakar siapa saja yang terlalu dekat. Keduanya punya pesona yang bertolak belakang.Wanita dewasa itu tampaknya termakan juga oleh pujian Adrian. Ia berbalik dan berjalan perlahan menuju meja makan kayu jati di sudut ruangan. "Ya sudah, anggap saja aku percaya bualanmu. Sekarang duduk, aku sudah siapkan makanan yang biasanya kamu lahap sampai bersih."Aroma gurih kaya rempah yang sedari tadi menggoda hidung Adrian kini terpampang nyata di depan mata. Namun, begitu melihat menunya, Adrian justru merasa s
Read more