"Lana, dengarkan Papa. Menikahkanmu dengan Erlangga itu demi masa depanmu sendiri, berhentilah bersikap kekanak-kanakan," ucap Xavier Ayah Alana dengan nada berat dan sungguh-sungguh. Alana hanya bisa mencibir, sebuah tawa getir terselip di wajahnya. "Demi masa depanku, atau demi kepentingan bisnis seseorang? Aku rasa kita semua sudah tahu jawabannya di dalam hati masing-masing." Sesaat setelah itu, Alana melemparkan pandangan tajam ke arah wanita yang duduk di samping ayahnya. Seolah-olah tersengat oleh tatapan itu, Widya ibu tiri Alana langsung meledak. "Alana! Apa maksud ucapanmu itu?! Jangan mentang-mentang kamu sudah menjadi CEO di Valthera Group, kamu bisa bersikap kurang ajar kepada orang tuamu sendiri!" teriaknya dengan suara melengking. "Meskipun kita tidak sedarah, aku tetap ibumu! Aku sudah merawatmu lebih dari sepuluh tahun, kamu pikir aku ini orang seperti apa?!" Sampai di titik itu, mata wanita itu mulai memerah dan berkaca-kaca, menunjukkan raut wajah yang
閱讀更多