Alessandro berdiri di depan pintu rumahnya saat Veronica turun dari mobil. Wajah Veronica terlihat tenang, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa ia datang dengan tujuan yang sudah dipikirkan matang-matang."Terima kasih sudah menerima saya, Alessandro," ujar Veronica sambil mengangguk sopan.Alessandro mempersilakan Veronica masuk ke ruang tamu. Catarina yang sejak tadi menunggu ikut berdiri menyambut tamunya. Meski hubungan mereka sudah lama terjalin baik, suasana sore itu terasa jauh berbeda dari biasanya."Silakan duduk, Veronica," kata Catarina dengan nada tenang. "Mau teh atau kopi?""Teh saja, terima kasih."Catarina mengangguk lalu berjalan menuju dapur, meninggalkan Alessandro dan Veronica di ruang tamu.
Read more