Sementara itu, di dalam kamar rawat VVIP, suasana kembali fokus pada Sasa yang baru saja melewati masa kritisnya. Kesadarannya kini sudah terkumpul sepenuhnya, meskipun tubuhnya masih terasa sangat lemas. Sasa menggerakkan bibirnya yang tampak kering, lalu perlahan berbicara dengan suara yang terdengar sangat lirih ke arah ibunya. "Ibu... Sasa di mana? Kenapa... ada di sini?" Ibunya Sasa langsung menggenggam erat tangan sang anak, mengusapnya dengan penuh kasih sayang untuk menenangkan. "Kamu di rumah sakit, Nak. Sudah, kamu jangan banyak gerak dulu ya, kondisi kamu masih sangat lemah sekarang. Istirahat saja dulu." Sasa mengangguk sangat pelan, menerima instruksi ibunya. Namun, rasa penasaran di benaknya tidak bisa ditahan. Tatapan matanya yang sayu perlahan melirik ke arah sofa, tertuju langsung pada sosok pria asing yang sejak tadi berdiri diam dan memperhatikan mereka dengan sorot mata penuh perhatian. Menyadari arah pandangan anaknya, sang ibu langsung tersenyum tipis, mencob
Read more